Sehabis sholat
ashar, Ustad Roby datang ke rumah Yuanza, seorang gadis sholehah yang telah
memikat hatinya sekian lama,
“ Assalammualaikum?”
“ Walaikum salam! Ada hajat apa kamu kemari?!” jawab Ayah Yuanza
jutek
“ Em, ada yang ingin saya sampaikan !”
“ Cepat saya tak punya banyak waktu untuk kamu!”
“ Kalau anda berkenan, saya ingin menjadikan Yuanza sebagai
pendamping hidup saya kelak!”
“ Apa? Kamu mau menikahi anakku? Apa yang kau punya?!! Anakku sudah
dilamar oleh Andaru pengusaha kaya raya? Yang b isa membahagiakan anakku?”
Sungguh hancur hati Roby, ia menangis mendengar penutturan ayah
Yuanza. Ia sangat kecewa..
Sepulangnya Yuanza dari mengajar TPA
“ yuanza, tadi ustad robi kesini?”
Yuanza tercengang, bagaimanapun juga, ia telah lama memendam rasa
terhadap ustad nya itu
“ Be..be..benarkah?” ujar Yuanza tak percaya
“ dia tadi melamar kamu?”
Mata Yuanza berbinar bahagia, ia merasa menjadi wanita yang paling
beruntung di dunia ini, dilamar oleh seorang usatad yang tak diragukan lagi
tingkat kesolehan dan kecerdasannya.
“ lalu ayah jawab apa?”
“ ayah tolak!” seketika juga Yuanza seperti disambar petir,
kesempatan emasnya tertutup oleh ayahnya sendiri. Hatinya remuk! Sungguh hancur
“ Ta..tapi kenapa ayah? “
“ Karena kamu sudah dilamar oleh Andaru, anak teman ayah seorang
pengusaha minyak sukses yang berlimpah ruah hartanya.”
“ Ayah ga bisa seenaknya menerima lamaran orang tanpa persetujuan
dari Yuanza! Ayah begitu egois. Demi uang ayah rela menerima Andaru yang kaya
namun tak punya tata karma. Apa ayah tak malu?”
“ kamu akan bahagia hidup dengannya? dia kaya, tampan, mapan ?
kurang apa lagi?”
“ Aku tak bahagia dengannya ayah ku mohon mengertilah aku?”
“ Lalu apa> kamu mau dengan ustad kere itu? Mau makan apa kamu
nanti? Makan batu???”
“ Ayah! Sebegitu rendah yah memandang Ustad Roby? “
“ Sudah! Jangan membantah lagi ! secepatnya akan diselenggarakan
pernikahanmu!”
“ Ayah benar-benar egois!!” air mata Yuanza tak terbendung lagi
Sementara itu hati Roby yang telah hancur berujar
“ YA Allah… Setiap malam dalam mimpiku, aku melihat dia selalu
tersenyum manis ke arahku. Setiap malam aku sholat dan dalam keheningan doaku,
aku selalu berharap agar dialah jodoh yang telah digariskan oleh Tuhan untukku.
Namun kenapa aku tak bisa memilikinya ya Allah? apa salahku??”
Keesokan harinya, Yuanza menemui Roby
“ Yuanza?? Ada apa kau kemari?”
“ Ustad, apa hukumnya menikah tapi mempelai wanitanya tidak suka!”
“ Itu tidak dibenarkan dalam agama!”
Yuanza terdiam,
“ Selamat ya, Za? Bentar lagi kau akan menikah dnegan pengusaha kaya
itu! Dia begitu sempurna! Pantas sekali bersanding denganmu?” ujar Roby menahan
air matanya yang nyaris jatuh
“ Ku mohon, Roby? Aku mencintaimu begitupun dirimu yang telah lama
mendambakanku untuk menjadi pendampinhg hidupku. Ku mohon…. Bawalah aku kemanapun
kau mau, aku kan bahagia, asal selalu bisa denganmu.aku mau kau ajak nikah lari
kemanapun asal aku dapat mendampingimu. Aku mohon?”
“ Aku ga bisa, Za.? Kau tahu kenapa selama ini selalu menjaga
kesucianmu karena aku tak ingin memiliki seseorang yang bukan menjadi hakku.
Allah maha tahu apa yang kita lakukan.”
Sebelum engkau halal Bagiku.Aku tak pernah mengharapkan apa-apa darimu,karna aku tau bahwa dirimu belum tentu jadi milikku..
Sebelum engkau halal bagiku,aku tak pernah menyatakan cinta padamu, karna aku hanya akan mengungkapkan rasa cintaku pada Sang Maha Pemberi Cinta..
Sebelum engkau halal bagiku,aku tak pernah menyentuhmu,
karna aku hanya akan menyentuh yg HALAL untukku..
Sebelum engkau halal bagiku,aku tak pernah merayu,karna aku hanya akan merayu Pendampingku hidupku kelak..
Sebelum engkau halal bagiku,mungkin aku hanya diam membisu seribu bahasa, taukah kamu apa yg aku lakukan,? Sebenarnya aku sedang ISTIQOMAH memohon petunjuk-Nya disujud sepertiga malamku, jika memang kita berjodoh agar didekatkan dgn jalan-Nya..
Sebelum engkau halal bagiku,mungkin aku banyak menyendiri, taukah kamu apa yg aku lakukan.sebenarnya aku sedang melihat KESABARANMU.,sejauh mana rasa keikhlasanmu menerima semua ini..
Sebelum engkau halal bagiku, aku tak berani menggodamu,karna aku tak ingin menimbulkan HARAPAN dibenakmu,jaka suratan takdir-Nya berkata lain yg akan kau temui hanyalah penderitaan dihati, untuk itu mengertilah akan sikapku,aku tak ingin menodai hatimu.. ( dari internet)
“ Tapi aku mencintaimu Roby. Sangat mencintaimu……?’’
“kamu tahu kan? Jodoh, rezeky seseorang telah digariskan Allah, kita
hanya bisa berikhtiar dan berdoa agar mendapatkan yang terbaik. Kita sdah
berusaha sebisa kita, kini saatnya kita berdoa padanya. Jangan lupa sholat
malam, sholat Duha dan puasa senin kamis. Aku percaya jika kau memang tulang
rusukku yang hilang kita kan dapat bersatu. Walaupun di dunia kita tak bisa
bersatu di dunia, mungkin di akhirat nanti Allah kan mempetemukan kita di
surga?”
“ Tapi sampai kapanpun aku ga bisa menerima lelaki itu jadi
suamiku!!”
“ Jadilah istri yang baik!”
“ Aku tak mau?”
Sudah seminggu ini Yuanza tergolek lemah sakit keras memikirkan
dirinya yang sebentar lagi akan bersanding dengan Andaru yang sangat tidak
punya tata krama itu.
“ Yuanza, kenapa kamu sakit? Sebentar lagi kamu akan menikah dengan
andaru? Seharusnya kamu bahagia, tidak semua wanita bisa menjadi pendampingnya!”
“ Tapi aku tak bahagia dengan
dia , ayah? Mengertilah!!”
“ Bagaimana mungkin kau tak bahagia dengannya!”
“ Jika ayah masih menginginkan aku tetap hidup, jangan biarkan aku
menikah dengan dia?”
Tiba-tiba datang salah seorang kerabat Yuanza
“ paman, aku ada berita yang sungguh paman harus tahu?”
“ berita apa? Sepertinya penting sekali?”
“ Andaru calon mantumu telah menghamili wanita .”
“ Apa? Tidak mungkin?”
“ Percayalah paman!” ayah Yuanza memandang Yuanza, ia sadar terlalu
egois, kini ia bersyukur tidak mebgambil tindakan yang gegabah itu
“ Yuanza, maafkan ayah yang telah egois? Aku sayang kamu nak? Aku
ingin melihat kau bahagia!!”
“ Jika ayah ingin aku tuk bahagia, hanya satu yang aku pinta?”
“ Apa itu, Yuanza?”
“ Aku ingin menikah dengan Ustad Roby. Aku bisa merasakan doanya
untuk kesembuhanku! Dia begitu tulus menyayangiku. Aku ingin dia?”
Segera ayah Yuanza memanggil Robby ke rumahnya
“ Ada apa wahai ayah Yuanza”
Ayah yuanza memeluk Roby dengan erat
“ Maafkan aku, kamulah satu-satunya orang yang yuanza inginkan,
maafkan aku, jika kamu berkenan, aku ingin menikahkan kamu dengan Yuanza.
Bersediakah kamu?”
Roby mengangguk mantap. Ia kemudian sujud syukur
“ Terima kasih ya Allah telah kau satukan aku dan Yuanza kini?”
22
June 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar