Di malam gelap yang hening tak berbintang
Sekilas ku lihat bayangmu
Temaram dalam kegelapan
Hanya ada satu bintang yang bersinar di
hatiku
Cahya
bintang yang tak kan meredup
Ku
ingin kau simpan bintang di hatiku
Agar
kita dapat merasakannya bersama
Bintang yang berkerlip mulai meredup
Senyum bintang tak lagi menghiasi malam
Malam gelap dan semakin gelap
Namun bintang dalam hati ini kan tetap
bersinar
Selamanya,,,
Walau
kini kau jauh
Kan
selalu ku jaga bintang ini
Agar
cahyanya takkan meredup
Tuk selamanya..
Akhir-akhir ini, setiap senja menjelang malam Ranan mendadak mellow, Rinai hujan lebat yang tak henti dari sore tak menghalangi niat Ranan
menuju taman dekat rumahnya untuk
sekedar melihat indahnya malam gelap yang berbintang atau sekedar menulis puisi
tentang Bintang ,cowok super cakep yang selama ini dicintainya.
“ Hari ini kenapa langit begitu gelap! Aku tak bisa melihat bintang!
Aku rindu melihatnya. Bulan juga tak Nampak tersenyum. Aku begitu merindukan
saat-saat ketika bulan dan bintang tersenyum manis ke arahku.Aku ingin Bintang
juga sedang meihat kemerlip bintang seperti yang ku lakukan. Dan semoga bintang
yang sama yang saat ini ku lihat dengannya.” Gumam Ranan pada dirinya sendiri
Dari kejauhan arvin, kakak sepupu Ranan
diam-diam memperhatikan Ranan.
“ Ranan, Ngapain kamu malam-malam gini
kesini. Ga baik Cewek malam- malam kok keluar sih? Gak takut ada kucing garong?
Hah?” Ranan menoleh.
“ Eh,kak ARVIN? Ngapain kamu disini? “
“ Suntuk banget aku di rumah! Pengin cari udara
segar? Klo kamu?”
“ Aku pengen liat bintang!”
“ Bintang? emang ada gelap gini?” Ranan menggeleng.
Keduanya termenung asyik dalam pikiran masing-masing.
Keesokan harinya, saat senja mulai gelap, ARVIN
telah menunggu Ranan di taman tempat mereka biasa relaksasi, hehe
“ Tumben lama banget?”
“kak ARVIN?
Kamu dah lama disini?” ARVIN mengangguk
“kak, Aku menyukai Bintang! Bisa kau bantu aku?”
“ APAAA?” ARVIN tercengang. Dia tahu betul
bagaimana sifat Bintang. Dia Cowok super cool yang menjadi incaran banyak wanita
muda dan dewasa haha. Dan dia tahu betul siapa Ranan adik sepupunya, Ranan
Hitam manis namun dia terlalu cengeng dan ia yakin Bintang tak akan menyukai
wanita seperti Ranan. Siapa pun yang memandangnya saat menangis, rasanya ingin
muntah.
“ Ga salah?kamu naksir sahabatku”
“ He’em. Bantuin aku ya,kak?” angguk Ranan
mantap
“ Tapi kamu tahu kan ? siapa bintang.!”
“ Aku siap kok menerima apapun yang terjadi.
Aku tahu akan sakit mencintai Dia.” Ujar Ranan pasrah
“ Bukannya aku merendahkan mu, Nan? Namun ?”
melihat wajah melas Ranan, ARVIN tak kuasa menahan menolak permintaan Ranan.
“ Okey aku bantu.”
Dan setelah terjadi kesepakatan antar adik
dan kakak sepupu itu, Ranan menjadi semakin dekat dengan Arvin Ranan menitipkan
coklat untuk Bintang dan bertanya banyak tenntang binang. Pokonya all about
Bintang. Namun percuma saja, Bintang tak pernah mengubris Ranan. Ia tidak
mencintai Ranan. Sia-sia lah perjuangna Ranan selama ini.
Di tengah guyuran hujan yang lebat,. Ranan
duduk terdiam di taman. Hanya sepi yang menemaninya. Hujan yang terus menyentuh
kulitnya, tak ia gubris rasa dingin yang mulai menyerangnya.
“ Kenapa kamu bersedih, Nan?” ucap ARVIN
seraya duduk di samping Ranan.
“ Eh, Kak Arvin ! Aku tak apa-apa!”
“ Ku lihat kau menangis? Kenapa?”
“ Aku hanya ingin satu jam saja bisa bersama
dengan bintang. Melihat gemerlap bintang di langit gelap. Dan andai itu semua
terjadi, aku tak ingin mengakhirinya. Aku ingin menghabiskan sisa waktuku untuk
selalu menjaganya. Andai diberi satu kesempatan, satu jam saja aku ingin
membuat menjadi satu jam terindah dalam hidupnya. Namun, kesempatan itu tak jua
datang. Walau sekian lama ku menantinya.”
“ Aku rasa kamu lagi patah hati”
“ Iya kak sekarang aku sadar, bahwa aku tak
pantas mencintai lelaki seperti Bintang, dia begitu bersinar dan jauh di langit,
sementara aku hanya manusia biasa yang hanya bisa setiapm malam merindukan
gememrlap Bintang, Huh…! Ga akan mungkin Bintang kan bersinar di gelapnya
malamku,”
“ Sok puitis kamu, sudahlah hapus air matamu,
percaya deh kalau kamu nangis gitu tambah jelek aja, hehe!”
“ Ihh, kak Arvin gitu ah?!”
“ Hehehe. Sdah pulang sana, ntar masuk angin
loh,”
“ Iya deh, met malem kak?”
“ Gud Nite”
Sampai rumah
“ Dari mana saja kamu!?” Mama Ranan sudah
memasang muka sanggar di depan pintu
“ Dari taman!”
“ Ngapain jam segini kamu ke taman!”
“ Aku pengen aja liat bintang, lagian ada kak
Arvin kok?”
“ Arvin??”
Ranan mengangguk,
“ Udah ya, Ma? Ranan ngantuk deh!”
Ranan kamu tahu kan kalau kamu dan Arvin
masih ada ikatan darah, kamu ga boleh pacaran sama dia!”
“ Akh, mama aku tahu lah!”
Sesampainya di kamar Ranan mulai berpikir
tentang apa yang diucapkan mamanya tadi,
“ Kenapa ya, setiap di samping kak Arvin aku
selalu merasa damai, dia selalu ada di saat aku butuhkan , dia selalu bersedia
menyediaan bahunya untukku menangis, dia begitu baik dan perhatian ma aku,
emang sih kak Arvin tipe ku banget, tapi masak sih aku jatuh cinta padanya?
Mungkin aja, namun apa pantas aku mencintai kakak sepupuku, tapi cinta itu kan
buta? Apa salahnya aku mencintai dia?”
Keesokan harinya
“ Kak Arvin beneran akan ke Australia?”
“ Iya, jaga diri kamu baik-baik diri kamu
ya??”
“ Kini ku sadari bahwa kak Arvin adalah orang
yang tepat untuk ku cintai, aku tak peduli walaupun kita masih sedarah!”
28
maret 2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar