Malam ini adalah
malam yang sangat menegangkan bagiku, betapa tidak, besok adalah hari pertama
aku mengajar di sebuah TK terpencil di pulau Kalimantan ini. Aku bahagia,
akhirnya dapat tercapai impian ku untukmenjadi seorang guru Tk Namun aku juga
sangat khawatir hidup di pulau yang kata orang angker ini. Belum lagi disini
aku tak punya saudara atau keluarga. Aku hanya menempati rumah dinas yang tak
terlalu besar. Dan tinggal di daerah terpencil.
“ Permisi, mbak. TK Pertiwi letaknya dimana
ya?” tanyaku pada salah seorang paruh bayah, ku taksir umurnya kira2 35
tahunan. Dia memandang dalam kearahku. Ada biads tak mengenakan yang kutangkap
dari raut wajahnya yang memandangku.
“ Orang baru ya?” tanyanya agak sinis. Aku
berusaha tersenyum dan mengangguk kecil
“ Saya dari jawa, mulai hari oini saya
dinas disini.”
“ Kamu mau ngajar di Tk angker itu?”
“ Maksud anda?” tanyaku benar2 tak
mengerti. Dia manarik nafas panjang, berusaha untuk kuat menerangkan apa yang
terjadi dengan Tk tempat aku mengajar.
“ sudah sepuluh tahun yang la;u tk itu
ditutup karena kekurangan murid. Orang tua murid tak mau lagi menyekolahkan
anak mereka di Tk angker itu, karena mereka mendapat laporan adari anaknya jika
anak-anak mereka diganggu oleh seoramg arwah anak keciol berseragam.”
“Kata anak kecil yang bersekolah disitu, mereka
diganggu caca, salah seorang murid yang tewas mengenaskan di kamar mandi
sekolah. Caca ingin mempunyai teman, kata mereka namun mereka takut karena caca
berwajah menyeramkan?”
Bulu kudukku berdiri, ingin rasanya aku
berkata TIIIDDAAKK dan meninggalkan sesegera mungkin pulau ini.aku membayangkan
jika aku betemu dengan Caca? Namun hati kecilku beristighfar. Bukankah aku
masih punya Allah yang selalu menjagaku?
Tiba-tiba saja ada yang membentak dengan
keras
“ Kenapa kamu cerita aib sekolah itu ke
orang asing?” Tanya salah seorang nenek tua yang menyalahkan wanita yang member
tahuku
“ Tapi dia mau mengajar di sekolah itu?” ujar
wanita itu kepada nenek tua, nenek itupun memandang kearahku dengan tajam
“ ga takut bu, ngajar di situ?” celoteh seorang lelaki penjual sayur
“ Bismillah saja deh, insya allah..?”
“ Ya deh,s emoga ga diganggu. 10 tahun yang
lalu bus alma yang ngajar aja sampai sekarang gila.”
Aku berusaha
tersenyum, walau itu senyum kecut. Dalam hati aku berpikir keras bagaimana cara
menyakinkan orang tua murid yang tentu lebih percaya dengan vcerita horo itu
dibandingkandenganku seorang pendatang baru.
Di j.alan aku bertemu dengan seorang wanita
yang sebaya denganku.
“ hai, namaku Vesa, nama kamu siapa?” ujarku
menjabat tangan nya
“ Dewi.”
“ Oh ya dewi kamu kerja apa disini?”
“ Jadi buruh cuci. Aku eprantau dari
Sulawesi?”
“ Oh..gitu? kamu mau ga ngajar tk aja
bareng aku?”
“ Ngajar? Tapi aku tak punya kepandaian?”
“ Gapap, kamubantu aku aja. Kamu mau kan
bantu aku. Nanti gajinya kita bagi dua. Kan lumayan ga terlalu capek,daripada
jadi buruh cuci gitu?”
Dewimengangguk. YES batink. u. Aku berhasil
merekrut orang. sEkarang tinggal bagaimana berusaha menyakinkan orang tua agar
menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
Seminggu ini aku dan Dewi pergi ke rumah
satu2 penduduk di desa ini, kami berusaha menyakinkan agar mereka mau
menyekolahkan anaknya di sekolah kami.
“ Iya, bu, kan enak sekolah di TK pertiwi,
jaraknya ga terlalu jauh dari rumah. Kan kalau bersekolah di TK desa sebelah ibu kerepotan, bel8um lagi uang yang
harus dikeluarkan. Kan kalau bersekolah di Tk cukup dengan jalan kaki. “ ujarku
berusaha mneyakionkan salah seorang warga
“ Tapi , Tk itu kan angker?”
“ Insya allah jika kita mengaji setiap
hari. Ga aka nada apa2 kok? Ibu percaya kan kita maih punya Allah yanga kan menjaga kita?”
Ibu itu mengangguk . YES. Berhasil. Namun
kadang juga aku ditolak mentah2 oleh orang tua kolot yang mati2an tak mau
menyekolahkan anaknya di TK pertiwi
“ Saya ga mau anak saya jadi gila seperti
Bu salma! Lebih baik anak saya tidak bersekolah daripada harus bersekolah di TK
itu?” aku pun mengelus dada. Dasar Kolot!! Umpatku kesal.
“ Ga mau akh. Saya akan cari Tk lain saja,
walaupun biayanya lebih besar, namun itu sebanding dengan keselamatan nyawa nak
saya.?” Lagi-lagi aku harus berhasil! Ya Allah bantu hamba yang lemah ini.
Dengan keringat
mengucur deras membasahi bajuku, aku mendapat 10 murid. Alhamdulillah daripada
tidak sama sekali.
Hari pertama aku mengajar, aku erasa bahagia, semenjak lama aku ignin
menjadi seorang guru, dan sekarang alhamdulillah impian ku masa kecil akhirnya terwujud juga. Pada suatu malam, Dalam
mimpi aku melihat ada seorang murid berumur sekitar 4 tahun, wajahnya hancur berlumuran
darah, namun jelas kelihatan jika anak itu sangat cantik. Aku berusaha
meraihnya, namun dia semakin menjauh dari tempatku berdiri,
“ Tunggu, nak. Tunggu, ibu mau bicara?”
anak itu tersenyum manis ke arahku
“ kamu kenapa bisa seperti itu,?” tanyaku
lagi
“ bu guru salma menyiksaku karena aku
mencuri makanan di kantin sebanyak Rp 500 . “
“ Astaghfirullah” aku segera beristighfar.
Kenapa aku bermimpi seperti itu, apakah itu suatu petunjuk dari Allah ataukah
hanya sebuah bunga tidur.
Keesokan harinya aku mneceritakan mimpiku
kepada dewi teman ku mengajar.
“ Oh jadi begitu ceritanya? Tapi tunggu
dulu, siapa bu salma?”
“ Aku juga ga terlalu tahu siapa dia,
mungkin dia dulu guru Caca. Tapi yang jadi pertanyaanku , kenapa sampai tega bu
guru salma menganiaya caca yang tak berdosa hanya gara-gara uang 500. Kan tidak
masuk akaal?” ujarku membuat pertanyaan
“ bener juga ya? Gimana kalu kita
berkunjung ke rumah bu salma.?”
“ Tapi kalau kita ditanya alas an kita
kesana?”
“ Alah gampang. Nanti aku deh yang cari
alas an?”
“ Key!! Aku nurut deh?”
Keesokan harinya setelah mengajar,
“ Bu, mau numpang nanya apakah ibu tahu
rumah bu salma?”
“ Bu salma siapa? Orang gila itu?”
“ oh bukan…
Bu salma yang dulu ngajar di Tk pertiwi?”
“ Lha iya, itu bu salma sekarang gila, kasihan dia. Keluarganya ga ada yang mau
ngurus.. sekarang dia tinggal di situ?” ujar ibu itu menunjuk sebuah gubuk reot
yang seperti tak berpenghuni
“ Oh ya.. makasih, mari bu?”
“ Iya, tapi hati2…?” aku dan dewi
mengangguk
“ Bener mau ke rumah itu?” Tanya Dewi ,
nampaknya ia ragu
“ Tentu dong. Bismillah aja deh?”
“ Tapi… aku takut? Pulang aja, yuk?
Kayaknya angker gitu rumahnya.. ” ujar dewi mengenggam erta tanganku
“ Nanggung akh!! Pokonya aku harus ketemu
sama bu salma?”
“ Iya deh, iya….??” Ujar Dewi akhirnya
pasrah setelah melewati perdebatan sengit denganku.
ku buka sedikit pintu rumah yang terbuat dari anyaman bamboo itu . ku lihat bus alma tertidur di bale-bale rumahnya. bu salma Nampak sangat tua, umurnya sekitar 45 tahun namun tampak seperti berumur 90 tahun, mungkin banyak permasalahan hidup yang ia pendam, sehingga ia sangat terlihat banyak pikiran.
ku buka sedikit pintu rumah yang terbuat dari anyaman bamboo itu . ku lihat bus alma tertidur di bale-bale rumahnya. bu salma Nampak sangat tua, umurnya sekitar 45 tahun namun tampak seperti berumur 90 tahun, mungkin banyak permasalahan hidup yang ia pendam, sehingga ia sangat terlihat banyak pikiran.
“ Assalammualaikum bu salma?”
“ Anda. siapa?” tanyanya heran, sebelumnya tak pernah
sekalipunorang dating ke rumahnya.
“ saya dewi dan ini teman saya dari jawa
namanya Vesa. Kami berdua pengajar di Tk pertiwi.?” Mendengar kata tk pertiwi
bus alma Nampak sangat tegang. Ia tak menyangka kan mendengar nama itu, setelah
10 tahun ia tak lagi mendengar.
“ Ja…jadii.. TK itu kini di buka lagi?”
“ Iya, bu?”
Bu salma memandang ke luar jendela
pandangannya nanar.
“ maaf, bu salma. Apakah dulu bu salma
pernah mempunyai murid bernama Federica tapi biasanya dipanggil caca?” tanyaku
kemudian. Bu salma terdiam lama sekali ia berusaha merangkai kata yang etpat
yang ingin ia ucapkan.
“ Maaf sebelumnya kalau saya menyinggung perasaan ibu?”
Tiba-tiba saja
Bu salma menangis tersedu-sedu. Aku d an dewi salinbg berpandangan tak
mengerti. Dewi mengelus punggung bus alma
“ Maaf kan kami bu, jika mungkin itu luka
lama yang tak ingin bu salma ungkap. Kami maklum.?”
“ saya adalah wanita paling jahat yang
diciptakan Tuhan… saya tega membunuh seorang anak kecil yang tak berdosa hanya
karena keegoisan saya? Dapatkah Tuhan mengampuni saya yang telah berdosa ini?”
Dewi member minum bu salma. Keringat
mebgucur deras membasahi wajah bu Salma rasanya sangat berat mengungkap namun
kami harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“ se..sebenrnya Caca anak yang sangat manis
dan baik. Ia tak pernah mencuri makanan seharga 500 itu. Saya yang memfitnah
dia… “
“ Astaghfirullah.. kenapa ibu tega sekali?”
ujar ku terkejut
“ Mungkin saya adalah wanita yang paling
hina. Saya ga panytas dimaafkan oleh siapapun. 10 tahun lamanya saya memendam
perasaan bersalah saya pada Caca. Setiap malam saya selalu berimpi bertemu
dengan Caca yang rasanya ingin membunuh saya. Saya takut jika ada suara anak
kecil. Saya menjadi gila…….?”
“ Tapi kenapa bu salma melakukan itu?”
tanyaku penuh curiga
“ Sebenarnya, saya dendam kepada ibu nya
caca. Dulu waktu SMA saya dan Ratih , ibu Caca bersahabat baik. Saya mempunyaoi
pacar bernama Yudha. Namun Ratih mengkhianati persahabatan kita. Dia diam-diam
memelet Yuda, dan akhirnya mereka menikah dan memunyai anak ya, Caca itu.
Alangkah sakit hati ini. Saya sungguh sangat kecewe, saya merasa di khianati
oleh Ratih makan untuk membalas dendanm saya membunuh anak Yuda dan Ratih… saya
menyesal.. sungguh saya menyesal. Saya tak seharusnya melakukan itu.. saya
sungguh biadab.. caca.. caca.. maafkan ibu salma saying… maafkan aku, caca?”
Aku dan dewi menghembuskan nafas berat. Aku
bersyukur ternyata semua permasalahan sudah selesai. Malam harinya aku bermimpi
caca melambaikan tangannya kepada
“ Terima kasih.. bu Vesa…?” dan dia terbang
menuju surga
Alhamdulillah, semuanya kini telah
selesai…. MISI berhasil !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar