Senin, 05 Mei 2014

kalimantan

Malam ini adalah malam yang sangat menegangkan bagiku, betapa tidak, besok adalah hari pertama aku mengajar di sebuah TK terpencil di pulau Kalimantan ini. Aku bahagia, akhirnya dapat tercapai impian ku untukmenjadi seorang guru Tk Namun aku juga sangat khawatir hidup di pulau yang kata orang angker ini. Belum lagi disini aku tak punya saudara atau keluarga. Aku hanya menempati rumah dinas yang tak terlalu besar. Dan tinggal di daerah terpencil.
“ Permisi, mbak. TK Pertiwi letaknya dimana ya?” tanyaku pada salah seorang paruh bayah, ku taksir umurnya kira2 35 tahunan. Dia memandang dalam kearahku. Ada biads tak mengenakan yang kutangkap dari raut wajahnya yang memandangku.
“ Orang baru ya?” tanyanya agak sinis. Aku berusaha tersenyum dan mengangguk  kecil
“ Saya dari jawa, mulai hari oini saya dinas disini.”
“ Kamu mau ngajar di Tk angker itu?”
“ Maksud anda?” tanyaku benar2 tak mengerti. Dia manarik nafas panjang, berusaha untuk kuat menerangkan apa yang terjadi dengan Tk tempat aku mengajar.
“ sudah sepuluh tahun yang la;u tk itu ditutup karena kekurangan murid. Orang tua murid tak mau lagi menyekolahkan anak mereka di Tk angker itu, karena mereka mendapat laporan adari anaknya jika anak-anak mereka diganggu oleh seoramg arwah anak keciol berseragam.”
“Kata anak kecil yang bersekolah disitu, mereka diganggu caca, salah seorang murid yang tewas mengenaskan di kamar mandi sekolah. Caca ingin mempunyai teman, kata mereka namun mereka takut karena caca berwajah menyeramkan?”
Bulu kudukku berdiri, ingin rasanya aku berkata TIIIDDAAKK dan meninggalkan sesegera mungkin pulau ini.aku membayangkan jika aku betemu dengan Caca? Namun hati kecilku beristighfar. Bukankah aku masih punya Allah yang selalu menjagaku?
Tiba-tiba saja ada yang membentak dengan keras
“ Kenapa kamu cerita aib sekolah itu ke orang asing?” Tanya salah seorang nenek tua yang menyalahkan wanita yang member tahuku
“ Tapi dia mau mengajar di sekolah itu?” ujar wanita itu kepada nenek tua, nenek itupun memandang kearahku dengan tajam
“ ga takut bu, ngajar di situ?”   celoteh seorang lelaki penjual sayur
“ Bismillah saja deh, insya allah..?”
“ Ya deh,s emoga ga diganggu. 10 tahun yang lalu bus alma yang ngajar aja sampai sekarang gila.”
Aku berusaha tersenyum, walau itu senyum kecut. Dalam hati aku berpikir keras bagaimana cara menyakinkan orang tua murid yang tentu lebih percaya dengan vcerita horo itu dibandingkandenganku seorang pendatang baru.
Di j.alan aku bertemu dengan seorang wanita yang sebaya denganku.
“ hai, namaku Vesa, nama kamu siapa?” ujarku menjabat tangan nya
“ Dewi.”
“ Oh ya dewi kamu kerja apa disini?”
“ Jadi buruh cuci. Aku eprantau dari Sulawesi?”
“ Oh..gitu? kamu mau ga ngajar tk aja bareng aku?”
“ Ngajar? Tapi aku tak punya kepandaian?”
“ Gapap, kamubantu aku aja. Kamu mau kan bantu aku. Nanti gajinya kita bagi dua. Kan lumayan ga terlalu capek,daripada jadi buruh cuci gitu?”
Dewimengangguk. YES batink. u. Aku berhasil merekrut orang. sEkarang tinggal bagaimana berusaha menyakinkan orang tua agar menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
Seminggu ini aku dan Dewi pergi ke rumah satu2 penduduk di desa ini, kami berusaha menyakinkan agar mereka mau menyekolahkan anaknya di sekolah kami.
“ Iya, bu, kan enak sekolah di TK pertiwi, jaraknya ga terlalu jauh dari rumah. Kan kalau bersekolah di TK desa  sebelah ibu kerepotan, bel8um lagi uang yang harus dikeluarkan. Kan kalau bersekolah di Tk cukup dengan jalan kaki. “ ujarku berusaha mneyakionkan salah seorang warga
“ Tapi , Tk itu kan angker?”
“ Insya allah jika kita mengaji setiap hari. Ga aka nada apa2 kok? Ibu percaya kan kita maih punya  Allah yanga kan menjaga kita?”
Ibu itu mengangguk . YES. Berhasil. Namun kadang juga aku ditolak mentah2 oleh orang tua kolot yang mati2an tak mau menyekolahkan anaknya di TK pertiwi
“ Saya ga mau anak saya jadi gila seperti Bu salma! Lebih baik anak saya tidak bersekolah daripada harus bersekolah di TK itu?” aku pun mengelus dada. Dasar Kolot!! Umpatku kesal.
“ Ga mau akh. Saya akan cari Tk lain saja, walaupun biayanya lebih besar, namun itu sebanding dengan keselamatan nyawa nak saya.?” Lagi-lagi aku harus berhasil! Ya Allah bantu hamba yang lemah ini.
Dengan keringat mengucur deras membasahi bajuku, aku mendapat 10 murid. Alhamdulillah daripada tidak sama sekali.
Hari pertama aku mengajar, aku erasa bahagia, semenjak lama aku ignin menjadi seorang guru, dan sekarang alhamdulillah impian ku masa  kecil akhirnya terwujud juga.  Pada suatu malam, Dalam mimpi aku melihat ada seorang murid berumur sekitar 4 tahun, wajahnya hancur berlumuran darah, namun jelas kelihatan jika anak itu sangat cantik. Aku berusaha meraihnya, namun dia semakin menjauh dari tempatku berdiri,
“ Tunggu, nak. Tunggu, ibu mau bicara?” anak itu tersenyum manis ke arahku
“ kamu kenapa bisa seperti itu,?” tanyaku lagi
“ bu guru salma menyiksaku karena aku mencuri makanan di kantin sebanyak Rp 500 . “
“ Astaghfirullah” aku segera beristighfar. Kenapa aku bermimpi seperti itu, apakah itu suatu petunjuk dari Allah ataukah hanya sebuah bunga tidur.
Keesokan harinya aku mneceritakan mimpiku kepada dewi teman ku mengajar.
“ Oh jadi begitu ceritanya? Tapi tunggu dulu, siapa bu salma?”
“ Aku juga ga terlalu tahu siapa dia, mungkin dia dulu guru Caca. Tapi yang jadi pertanyaanku , kenapa sampai tega bu guru salma menganiaya caca yang tak berdosa hanya gara-gara uang 500. Kan tidak masuk akaal?” ujarku membuat pertanyaan
“ bener juga ya? Gimana kalu kita berkunjung ke rumah bu salma.?”
“ Tapi kalau kita ditanya alas an kita kesana?”
“ Alah gampang. Nanti aku deh yang cari alas an?”
“ Key!! Aku nurut deh?”
Keesokan harinya setelah mengajar,
“ Bu, mau numpang nanya apakah ibu tahu rumah bu salma?”
“ Bu salma siapa? Orang gila itu?”
“ oh bukan…  Bu salma yang dulu ngajar di Tk pertiwi?”
“ Lha iya, itu  bu  salma sekarang gila, kasihan dia. Keluarganya ga ada yang mau ngurus.. sekarang dia tinggal di situ?” ujar ibu itu menunjuk sebuah gubuk reot yang seperti tak berpenghuni
“ Oh ya.. makasih, mari bu?”
“ Iya, tapi hati2…?” aku dan dewi mengangguk
“ Bener mau ke rumah itu?” Tanya Dewi , nampaknya ia ragu
“ Tentu dong. Bismillah aja deh?”
“ Tapi… aku takut? Pulang aja, yuk? Kayaknya angker gitu rumahnya.. ” ujar dewi mengenggam erta tanganku
“ Nanggung akh!! Pokonya aku harus ketemu sama bu salma?”
“ Iya deh, iya….??” Ujar Dewi akhirnya pasrah setelah melewati perdebatan sengit denganku.
ku buka sedikit  pintu rumah yang terbuat dari anyaman bamboo itu . ku lihat bus alma tertidur di bale-bale rumahnya.  bu salma Nampak sangat tua, umurnya sekitar 45 tahun namun tampak seperti berumur 90 tahun, mungkin banyak permasalahan hidup yang ia pendam, sehingga ia sangat terlihat banyak pikiran.
“ Assalammualaikum bu salma?”
“ Anda. siapa?”  tanyanya heran, sebelumnya tak pernah sekalipunorang dating ke rumahnya.
“ saya dewi dan ini teman saya dari jawa namanya Vesa. Kami berdua pengajar di Tk pertiwi.?” Mendengar kata tk pertiwi bus alma Nampak sangat tegang. Ia tak menyangka kan mendengar nama itu, setelah 10 tahun ia tak lagi mendengar.
“ Ja…jadii.. TK itu kini di buka lagi?”
“ Iya, bu?”
Bu salma memandang ke luar jendela pandangannya nanar.
“ maaf, bu salma. Apakah dulu bu salma pernah mempunyai murid bernama Federica tapi biasanya dipanggil caca?” tanyaku kemudian. Bu salma terdiam lama sekali ia berusaha merangkai kata yang etpat yang ingin ia ucapkan.
“ Maaf sebelumnya  kalau saya menyinggung perasaan ibu?”
Tiba-tiba saja Bu salma menangis tersedu-sedu. Aku d an dewi salinbg berpandangan tak mengerti. Dewi mengelus punggung bus alma
“ Maaf kan kami bu, jika mungkin itu luka lama yang tak ingin bu salma ungkap. Kami maklum.?”
“ saya adalah wanita paling jahat yang diciptakan Tuhan… saya tega membunuh seorang anak kecil yang tak berdosa hanya karena keegoisan saya? Dapatkah Tuhan mengampuni saya yang telah berdosa ini?”
Dewi member minum bu salma. Keringat mebgucur deras membasahi wajah bu Salma rasanya sangat berat mengungkap namun kami harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“ se..sebenrnya Caca anak yang sangat manis dan baik. Ia tak pernah mencuri makanan seharga 500 itu. Saya yang memfitnah dia… “
“ Astaghfirullah.. kenapa ibu tega sekali?” ujar ku terkejut
“ Mungkin saya adalah wanita yang paling hina. Saya ga panytas dimaafkan oleh siapapun. 10 tahun lamanya saya memendam perasaan bersalah saya pada Caca. Setiap malam saya selalu berimpi bertemu dengan Caca yang rasanya ingin membunuh saya. Saya takut jika ada suara anak kecil. Saya menjadi gila…….?”
“ Tapi kenapa bu salma melakukan itu?” tanyaku penuh curiga
“ Sebenarnya, saya dendam kepada ibu nya caca. Dulu waktu SMA saya dan Ratih , ibu Caca bersahabat baik. Saya mempunyaoi pacar bernama Yudha. Namun Ratih mengkhianati persahabatan kita. Dia diam-diam memelet Yuda, dan akhirnya mereka menikah dan memunyai anak ya, Caca itu. Alangkah sakit hati ini. Saya sungguh sangat kecewe, saya merasa di khianati oleh Ratih makan untuk membalas dendanm saya membunuh anak Yuda dan Ratih… saya menyesal.. sungguh saya menyesal. Saya tak seharusnya melakukan itu.. saya sungguh biadab.. caca.. caca.. maafkan ibu salma saying… maafkan aku, caca?”
Aku dan dewi menghembuskan nafas berat. Aku bersyukur ternyata semua permasalahan sudah selesai. Malam harinya aku bermimpi caca melambaikan tangannya kepada
“ Terima kasih.. bu Vesa…?” dan dia terbang menuju surga
Alhamdulillah, semuanya kini telah selesai…. MISI berhasil !






Tidak ada komentar:

Posting Komentar