Senin, 05 Mei 2014

satu bintang

Saat tengah menjalin mahligai rumah tangga selama 1 tahun, tiba-tiba saja Panji memutuskan untuk merantau
“ Mia, maafkan aku, aku akan pergi jauh meninggalkanmu?”
“ Kamu mau kemana, Panji?”
“ Aku akan pergi ke Australia?”
“ Kenapa kau pergi sejauh itu?”
“ Orang tuaku menghendaki ku untuk bekerja di sana!”
“ Tapi kamu tahu kan aku sedang hamil?”
“ Bgaiku, sungguh teramat berat meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini, tapi bagaimana dengan biaya kita kalau aku tidak merantau?”
“ Haruskah sejauh itu?”
“ Kamu percaya akan ketulusan cinta kita kan?” ujar Panji meyakinkan. Mia mengangguk
Dengan setia Mia menunggu kepulangan Panji selama 8 tahun, Tak terasa Izza juga sudah tumbuh menjadi anak yang tak lagi kecil.  Selama itu pula Mia berusaha menghubungi Panji atau berkirim surat. Namun surat-surat yang ia berikan pada Panji dikembalikan lagi oleh pak pos. Namun Mia tak gentar, ia berusaha untuk mencari tahu keberadaan suaminya kini.
“ Ma, ayah ku gimana sih? Kok aku gak pernah dicium ayah seperti teman-temanku?” dada Mia terasa sesak tak menyangka anaknya kan bertanya seperti itu
“ Aku bosan, Ma setiap hari teman-temanku menanyakan dimana ayahku?” Lidah Mia terasa kelu, tak dapat berkata lagi, hanya buliran air mata yang mewakili perasaannya.
“ Mama kenapa menangis?” ujar Izza polos.
“ Maafin Izza ma? Izza janji gak akan Tanya lagi tentang ayah, Izza gak mau mama menangis lagi? Maafin Izza, Ma?” ujar Izza sembari menyeka air mata mamanya
Suatu sore, telepon rumah Mia bordering
“ Halo, Mia?”
“ Mas panji??”
“ Mia maafkan aku?”
“ Mas Panji, sudah bertahun-tahun aku setia menantimu? Sekarang kamu dimana?”
“ Mia, terima kasih atas semua kesetiaanmu padaku, tapi  ketahuilah kita tak mungkin bersatu lagi?”
“ Memang kenapa? Aku masih disini untukmu dan terus setia bersamamu?”
“ Mia, dimana si kecil kita?”
“ Izza, dia sekarang tumbuh menjadi lelaki kuat yang sellau melindungiku, dan tak ingin melihatku menangis. Dia sangat merindukanmu. Apa kau tak rindu denganku dan anakmu?”
“ Aku sangat ingin kembali menjadi keluarga yang utuh lagi bersamamu, namun itu tak mungkin?”
“ Kenapa tak mungkin?”
“ Mia, Izza sekarang mempunyai adik!”
“ Maksudmu?”
“ Mia, maafkan aku?”
“ Apa maksudmu?”
“ Mia, dengarlah. Maafkan aku, aku telah menikah lagi dengan wanita lain selain kau!”
“ Apa maksudmu?”
“ Mia, aku telah menikah lagi tanpa sepengetahuanmu?”
“ Apa??”
“ Mia, ku mohon mengertilah posisiku! Aku dipaksa oleh orang tuaku melakukan itu, kau tahu kan mereka tak pernah merestui jalinan cinta kita. “
“ Kamu ingatkan  janjimu kepadaku?”
“ Iya aku tak akan pernah melupakan janji itu. Bahwa apapun yang terjadi aku tidak akan menduakan cintaku selain kamu. Tapi mengertilah kondisiku??’’
“ SEkarang pilihlah jalan terbaik, berpisah denganku atau kau mau berbagi kisah cinta dengan wanita lain. Namun ketahuilah Mia sampai kapanpun hanya kau yang dapat membahagiiakanku. Maafkan aku yang telah menyia-yiakan mu. “ lanjut Panji
“ Biarlah aku hidup bahagia hanya dengan Izza. Biarlah Izza menganggap bahwa ayahnya telah meninggal” ujar Mia disela-sela isak tangisnya
“ Baiklah Mia, jika itu pilihan yang terbaik. Aku berjanji tidak akan menemui lagi jikalau kehadiranku hanya akan mencoret luka di hatimu?”
“ Kau kan selalu ku kenang abadi di hatiku walau bayangmu pun tak lagi terlintas di fikirku, Saat kau melangkah pergi jauh dariku dan meninggalkanku untuk selamanya. “
KLIK
Mia menutup ganggang telepon .
 Aku tak mengerti? Sepengetahuan ku hanya ada satu bintang yang menyinari hatiku, yaitu kamu. Dan ku mohon jangan kau sia-sia kan seseorang yang telah setia mencintaimu…… Panji,,,, namun sekarang kau benamkan aku dari kepalsuan cintamu…

                                                             5 June 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar