n“ amanda mau ga aku kenalin temen ku, orangnya
ganteng, smart, cool gitu pokoknya tipe kamu banget deh?” ujar Melody saat
istirahat di kantor
“ Hem….?” Ujar Amanda
berdehem panjang
“ Apa kamu ga
bosan hidup jadi jomblowati forever, ga malu tuh sama umur? kamu kan tahu, umur kamu dah ga muda lagi,,
apa kamu ga mau membina keluarga gitu?”
“ Kalau memang
belum ada jodoh, mau gimana lagi?” uajr Amanda pasrah
“ Tapi kamu kan
bisa usaha , Amanda sayang? Kamu kan cantik? Masak kamu kalah sama aku, yang
biasa gini?” uajar melody semangat ngomporin
“ Melody, kamu
tahu kan kita tuh cewek… dimana-mana cewek tuh tunggu cowok datang melamar,
bukan kita yang maju duluan?”
“ Yeee,, kamu
sih ketinggalan jaman. Hello, Amanda sekarang kita hidup abad 21 coy? Jamannya
emansipasi wanita. Terus apa gunanya ibu kita kartini memperjuangkan hak kita?”
“ Ibu kita? Ibu
kamu aja kalik, aku enggak!! Ya bukan gitu maksud emansipasi..?”
“ Terus sampai
jenggoten juga kamu ga akan pernah dapet cowok kalau kamu ga ngasih lampu hijau
buat mereka. Mau jadi perawan tua sampai rambut kamu putih semua? Aku tuh
kadang heran dengan pikiran kamu, udah banyak yang dating melamar kamu, tapi
kamu nya yang ga respect, kasih dong kesempatan mereka buat kamu mencintai dia?
Apa sih yang salah dengan mereka. Ganteng, cool, smart? I Terus kamu cari
yang gimana lagi??”
“ Tapi mereka
kan polisi?”
“ Terus apa
hubungannya sama polisi..?”
“ Kamu kan tahu aku benci setengah mati ma yang
namanya polisi, dimana-mana polisi itu jadi umpatan kesal masyarakat, bukankah
tugas mereka seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, namun pada kenyataan
meraka melenceng jauh dari tugas mereka?”
“ Maksud kamu
apa sih aku ga ngerti? Kamu tuh sok banget kayak aktivis aja, Bukankah selama
ini polisi tuh ganteng , badan atletik, gagah…?”
“ Stop!! Stop!!”
ujar Amanda memotong. “ Tapi mereka suka merampas hak orang lain? Kamu liat aja
kalau ada razia, dengan mudahnya polisi goblok itu, menerima suap. Belum lagi
jika ada pelanggaran lalu lintas, polisi akan menawarkan siding di tempat,
tentu aja dong uang itu masuk ke dompet pribadi mereka?pantas perut mereka
kayak orang hamil, kebanyakan makan uang haram sih?”
“ Kalau aku sih,
ga peduli yang penting duitnya banyak?” uajr Melody bercanda
“ idih,
amit-amit deh makan uang haram1 uang rakyat kecil lagi?”
“ Kamu kok mandang
nya gitu? Liat dong sisi positifnya?”
“ Positif apa?
Ga ada aku rasa? Coba kamu liat densus 88 goblok itu. Kenapa yang mereka
curigai menjadi teroris kebanyakan orang2 bercadar dan lelaki berjenggot,
bahkan mereka dengan seenak pantatnya menembak terduga ‘teroris’ padahal belum
tentu itu benar. Iya kan?”
“ Tapi kan…”
melody berusaha menyela namun segera dipotong Amanda
“ Lagian juga
densus 88 itu main enaknya sendiri menembak orang, mentang2 dapet duit dari
amerika, kamu kan tahu amerika tuh benci banget dengan islam..?”
“ Jadi
kesimpulannya?” ujar Melody sinis
“ Polisi itu
secara ga langsung juga memusuhi islam, understand?”
Melody
mengangguk
Keesokan
harinya,
“ Amanda kenalin
ini teman yang aku janjikan itu?”
“ Amanda?” ujar amanda
menjabat tangan lelaki yang dikenalkan melodi kepadanya
“ Zain, Zain
malik?” Zain mengenggam erat telapak tangan amanda, ada aliran darah cinta yang
membekukan otak mereka
‘” Hem,, hem,,
salaman aja, lama banget? Sampai pegel nugguinnya,?” amanda dan Zain tampak
kikuk.
“ akh kamu, dy?”
“ Ciye, iyee
kikuk gitu? Waduw, baru pertama kenal aja kayaknya dah ada getaran2 cinta gini?
Hehe?? Tuh kan amanda aku ga salah pilih kan, Zain ini orangnya ganteng, smart,
cool?”
“ Iya deh, kamu
menang kali ini?”
“ Hehe, oh ya
Zain ini loh temenku yang sering aku ceritaan ,?”
“ Emang Melody
cerita apa aja ke kamu?” Tanya Amanda penuh antusias
“ Ciyee..
ciyee, aku tingggal ya? Kalian ngobrol
aja berdua.. oh ya ntar jangan lupa Pe je nya?”
“ Pe je apaan
sih?” Tanya amanda tak mengerti
“ Pajak jadian
lah?? Makan steak juga gpp?”
“ Dasar matre??” ujar amanda seraya mencubit
gemas pipj sahabatnya itu.
“ Udah, akh..
lanjutin dulu ngobrolnya…?”
Zain dan amanda
tampak kikuk, mereka bingung harus memulai dari mana pembicaraan.
“ Oh ya amanda,
kamu kerja
dimana?”
“ Aku kerja di
kantor RaHul , disebelah kantor kecamatan?”
“ Oh itu, aku
tahu aku tahu..?”
Keduanya pun larut dalam obrolan yang hangat.. udah akh.. jangan
ganggu mereka, kita pergi aja yuk,, ciiyyee.. sesampainya di ruma, Zain menelpon Melody
“ Hai, Dy?”
“ Eh, kamu Zain
tumben kamu telpon aku?”
“ Sumpah amanda
tuh orangnya maniiiss banget ya? Kalau lagi senyum tuh manis banget!! Aku nitip
salam ya, buat si amanda manis”
“ Haha.. siap
koamandan!! Kayaknya ada yang lagi falling in love nih?”
Melody kini
menelpon Amanda,
“ Gimana
nih, Zain orangnya asyik kan?”
“ Hehe, dia tuh
gantengg banget, senyumnya ga nahan boo’.. “
“ Jadi ga salah
pilih nih? Oh ya, kamu dapat salam dari dia?”
“ Ya, ga salah
dong? Beneran aku dapat salam dari dia,,, ya ampuunn.. salam balik yah?? Muachh
dariku untuk Zain seorang”
“ Haha, dasar!!
Nenek ganjen”
“ Hehe”
Hari2 berikutnya
Zain dan amanda terlihat lebih dekat dan akrab.
“ Aduh sialan,
ada razia, mana aku lupa bawa SIM,, dasar Amanda ceroboh??” umpat Amanda
“ Maaf, mbak,
bisa saya periksa kelengakapan surat2nya?”
“ Ini..?” ujar Amanda
kesal, kenapa sih tadi buru2 banget, lupa kan bawa Sim
“ Zain??”
Tiba-tiba Amanda mengenali sosok polisi ganteng dihadapannya
“ Amanda?? Oh
maaf kalau gitu kamu silakan jalan terus?”
“ Zain, kamu
polisi??” ujar Amanda meamandang Zain dari ujung kaki hingga rambut
“ Iya, emang
kenapa, ada yang salah Amanda?”
“ Kamu tahu!!
Gara2 polisi ayahku mati!! Gara-gara kamu.. gara-gara kamu, ayahku mati!!! “
ujar Amanda penuh kekesalan , dia mendorong tubuh Zain
“ Apa salahku
jika aku seorang polisi, da?”
“ Kenapa kamu
biarkan aku mencintai kamu!! Padahal aku sudah bersumpah demi ayahku, aku tak
akan pernah menikah ataupun menjalin hubungan dengan polisi.”
“ Tapi aku
benar-benar mencintai kamu Amanda, aku sangaatt mencintai kamu..?”
“ Tapi kamu
polisi? Dan aku ga mungkin bisa dekat dengan kamu….?” Ujar Amanda penuh emosi
“ Hanya karena aku
polisi??? Itu tidak masuk akal, Da? Kamu ga bisa menilai seseorang hanya karena
profesinya? Kamu ga adil !!” semua orang yang berhenti melihat percecokan Amanda
dan Zain, bahkan yang kena Razia pun ikut mendengar pembicaraan mereka.
Zain melihat
sekelilingnya, banyak orang yang menguping pembicaraannya dengan Amanda
“ Amanda, bisa
kita bicara di tempat lain? Disini banyak orang , rasanya tidak etis masalah
pribadi kita di dengar banyak orang?”
“ Biar!! bIarkan
saja!! Biar semua orang tahu, bahwa polisi itu semuanya bejat!! Semuanya
pembunuh, antek-antek Amerika yang suka memusuhi orang islam?”
“ Tidak semuanya
, amanda?” uajr Zain mencoba membela diri
“ Kamu tahu
Zain? Kamu tahu... ayahku meninggal karena di penjara … ayahku bukan teroris,
ayahku bukan seorang koruptor.. ayahku bukan seorang pembunuh, tapi kenapa?
Kenapa dia fitnah dengan keji.. kenapa dia di fitnah, hingga harus mati . tanpa
ada pembelaan !! kenapa? Apa hanya karena ayahku seorang aktivis dakwah? Kamu
ga tahu kan? Betapa sakit hati ini??”
Zain diam,
melihat Zain diam, amanda kembali mengoceh.
“ Kamu tahu,
semenjak ayahku dihukum mati oleh polisi biadab itu, ibuku sakit-sakitan.
Bagaimana mungkin kami bisa bertahan, adikku 6 semuanya masih kecil, Tega sekali polisi biadab itu merampas kebahagiaan
milik kami?? Sam[pai saat ini, ibuku lumpuh!! Semua adikku mati!!! Semuanya
mati karena kelaparan??” air mata terus meluncur deras di pipi amanda,
Banyak pengguna
jalan yang melihat percecokan Amanda dan Zain menitikan air mata kesedihan.
“ Beri aku
kesempatan untuk membahagiakan kamu? Aku mohon..”
“ Beri aku alasan
kenapa aku harus memberi kamu kesempatan?!”
“ Karena aku
mencintaimu, dan aku rasa kau pun mencintaiku?”
Semua penonton berdebar seperti menonton pertandingan sepak boal di
menit2 akhir, mereka ssemua terdiam dan berpikir apakah yang akan amanda katakan
kepada Zain.
“ Zain , apakah
demi aku kamu mau meninggalkan seragam kepolisianmu itu?” tantang amanda
Semuanya
tercengang, begitupula Zain. Mendengar syarat yang diajukan Amanda. Dapatkah ia
melepas baju symbol kegagahan dan kebangganya?
Lama Zain
terdiam,
“ Kamu tak
mencintaiku, Zain? Kamu lebih bangga dengan seragam busukmu itu, daripada aku?”
“ Amanda,
dengarkan alasanku, kamu tahu? menjadi polisi adalah cita2ku dari kecil. Ayahku
seorang polisi, kakekku seorang polisi. Bahkan demi membayar sekolah di
kepolisian, orang tuaku rela menjual sawah satu2nya yang mereka miliki, bahkan
mereka rela tidur di rumah yang sumpek agar mereka bisa bangga jika cita2
anaknya dapat terwujud. Orang tuaku bangga melihat aku sekarang, sangat sulit
bagiku melepas seragam ini, aku sunggguh tak ingin mengecewakan kedua orang
tuaku, ku mohon amanda.. ku mohon mengertilah??”
“ Terserah
kamu!! Sekarang kamu pilih aku atau seragam kamu yang kamu banggakan itu!! Aku
ga bisa melihat orang yang aku sayangi memakai seragam polisi, aku tak ingin
mengingat kematian ayahku,.”
“ Tapi amanda,,
aku tak ingin mengecewakanmu dan orang
tuaku?”
“ Okey, sudah
cukup. Aku tahu jawaban dari kamu? Sampai kapanpun kamu ga bisa melepas
seragam, itu.. baik Zain,, okey!! Pergilah, cari wanita lain yang bisa
bahagiain kamu?”
“ Aku menyesal,
aku menyesal Zain mencintai kamu, aku telah persembahakan seluruh hatiku untuk
mencintaimu, namun aku salah! Ku kira kau benar2 mencintaiku, namun aku salah!!
Aku salah mengartikanmu!! Aku tak pantas untukmu?”
Tiba2 Zain
mencopot baju seragam polisinya
“ Kamu lihat amanda??
Sekrang kamu tahukan seberapa besar aku mencintaimu??”
Zain berlutut di
hadapan Amanda
“ Amanda, jika
aku cari pekerjaan lain, apakah kamu mau untuk membina indahnya mahligai rumah
tangga bersamaku?”
“ Tentu, Zaoin?
Aku sangat mencintaimu?”
“ Walaupun aku
hanya seorang penjual batagor keliling?”
“ mengapa tidak?
Sekalipun kau jadi gembel yang tidur diemperan took, Aku rasa itu lebih baik,
jauh lebih baik daripada menjadi polisi??”
Mereka berdua
berpelukan, kini semua penonton menangis dalam keharuan, bahkan diantara mereka
ada yang sengaja bersiul menggoda.
07
mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar