“ Hai Cinta , kemarin ayahku
baru dari Singapore, bawa oleh-oleh banyak banget…. Nih untuk kamu?”
“ Untuk aku?”
Tanya Cinta ta mengerti
“ iya! Kamu pake
ya gelang ini?”
“ Makasih ya,
Jun?”
Tanpa dinyana
dan tanpa diduga, Vera datang
“ Hai Jun, denger-denger
ayah kamu baru pulang dari Singapore ya?”
“ Hem”
“ pasti bawa
oleh-oleh banyak? Ada buat aku?”
“ Ga ada?”
‘’ Kok gitu sih,
cinta aja
kamu kasih oleh-oleh, kok aku gak?”
“ emang kamu
siapa aku?” jawab juna cuek
Terdengar buyi
lonceng yang menandakan pelajaran sebentar lagi kan dimulai.
“ Juna perhatian
banget ma kamu, cit?”
“ Ah gak kok? “
“ Tapi dia baik
banget ma kamu?”
“ Biasa aja
kali, Ver?”
“ Dari tatapan
matanya, dapat dilihat kalau …………..?”
“ Kalau apa?”
“ Kalllaaaaauuuu
juna?”
“ Kenapa juna?”
“ Dia suka sama
kamu?”
“ Ha? Ga mungkin
lah! Dia kan super star gitu, mana mau sama aku?”
“ Ya juga sih?
Tapi beneran dari tatapan matanya ke kamu, dia tu suka ma kamu?”
Cinta mengangkat bahunya, tanda tak mengerti
“ aku butuh bantuan mu, Cit?”
“ Bantuan apa,
Ver?”
“ Em, kamu tahu
kan Juna tuh dah nyakitin hatiku?”
“ maksud kamu?”
“ aku kan dah
pernah nembak dia, eh dianya malah nolak aku? Kalau dipikir-pikir apa sih
kurangku?”
“ Em, ga ada?
Siapa sih yang bisa menolak kamu Ver. Kamu kan cantik, kaya , popular lagi.”
“ ya gitu deh!
Tapi kok Juna ga mau ya sama aku?”
“ Hanya lelaki
bodoh yang ,menolak menjadi pacar kamu!”
“ Benarkah? Tapi
aku sangat mencintainya, Cit! jika aku tak bissa mendapatkannya, makan tak ada
satu wanita pun yang bisa mendapatkannya,”
“ Kamu kok egois
sih?”
“ Ya iyalah aku
selalu mendapatkan apa yang aku mau!”
“ Oh” jawab Cinta
pendek
Keesokan
harinya,
“ Aku punya
rencana untuk balas dendamma Juna!”
“ Rencana apa?”
“ Kamu mau kan
bantuin aku?”
“ Aku? Emang aku
bisa bantu apa?”
“ Juna kan dah
terang-terangan deketin kamu, aku yakin bentar lagi Juna kan nembak kamu. Ku
mohon demi persahabatan kita, kamu terima Juna ya?”
“ Tapi………………….
Aku kan ga ada rasa ma dia?”
“ Maka dari itu,
setelah kamu jadian, kamu sakiti dia. Untuk membalaskan dendam?”
“ Tapi kau sadar
kan, Ver. Itu jahat banget!”
“ Tapi kamu juga
tahu kan Cit bagaimana sakitnya hatiku!”
Prediksi Vera akhirnya benar juga
“ Cinta, aku ga tahu mulai dari mana, namun rasanya aku sangat nyaman dekat
denganmu.. aku bahagia jika aku bisa menjadi bagian dari hidupmu. Cinta maukah
kau mengisi ruang diantara ela2 jariku. Maukah kau jadi belahan jiwaku?”
“ Ta..tapi..?” Cinta teringat pesan Vera
“ Em.. ga ada salahnya kan mencoba?”
“ Be.. beneran kamu mau jadi pacarku?”
Cinta mengangguk. Setelah beberapa lama menjadi kekaish Juna, Cinta merasa
beneran mencintai Juna.
“ Juna itu orangnya beneran baik banget, Ver. Kamu tahu kan aku tak pernah
berpacaran. Aku juga baru pertama mencintai lelaki, hanya Juna yang aku
sayangi... aku merasa semakin lama aku semakin mencintai Juna.. maafkan aku
Vera. Kamu sahabatku dan aku tak bisa membohongi perasaanku.?”
“ Kamu egois, Cinta!! Aku benci kamu!!”
Saat di kelas,
“ Apa bener kamu mau menerima cintaku hanya karena ingin membalaskan dendam
Vera kepadaku?”
Cinta nampak kikuk, ia tak mengerti dari mana Juna tahu masalah itu
“ Cinta jawab!!” ujar Juna membentak. Cinta mulai menangis
“ Aku menyesal Cinta!! Aku menyesal mencintai kamu!! Aku pikir kamu bisa
tulus mencintai ku, tapi apa yang aku dapat kau malah menghianati perasaanku!!”
“ Juna, dengarkan aku!! Memang dulu aku menerima cintamu hanya untuk
membalskan dendam Vera, namun semakin lama bersamamu, aku merasa aku benar
mencintaimu.. Juna, kini aku sadar aku telah menyakitimu.. maafkan aku Juna... maafkan
aku!!”
“ Aku ga mau dengar alasan apapun
dari kamu Cinta!! Kamu telah hancurkan hatiku!! Aku benci kamu!! Aku ga
mau dengar apapun dari kamu!!! Pergi kamu dari sini!! Aku muak dengan sikapmu
yang munafik!!”
“ Maafkan aku Juna?”
“ Pergi!!!”
Dewngan berderai air mata, Cinta bergegas
meninggalkan Juna. Di balik tembok Vera melihat semua itu dengan Senyum
kemenangan
“ Rasain kamu Cinta... aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan...?”
Dengan perlahan Vera mendekati Juna
“ Aku tahu teramat sulit tapi jika kamu mau, aku bisa kok menambal hatimu
yang terluka?” ujar Vera
“ Aku tak menyangka Cinta setega itu kepadaku?”
“ Ya gitu deh dia, kayaknya aja baik.. aslinya mah busuk!!”
Vera merasa bahagia bisa berada di dekat Juna
“ Tapi, rasanya kamu juga munafik!!! Kamu sekarang juga pergi dari sini!!
Aku juga ga mau lihat kamu!!”
“ Tapi, apa salahku, Jun?”
“ Pergi !!!”
24
april 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar