Senin, 05 Mei 2014

dendam

 “ Hai Cinta , kemarin ayahku baru dari Singapore, bawa oleh-oleh banyak banget….  Nih untuk kamu?”
“ Untuk aku?” Tanya Cinta  ta mengerti
“ iya! Kamu pake ya gelang ini?”
“ Makasih ya, Jun?”
Tanpa dinyana dan tanpa diduga, Vera datang
“ Hai Jun, denger-denger ayah kamu baru pulang dari Singapore ya?”
“ Hem”
“ pasti bawa oleh-oleh banyak? Ada buat aku?”
“ Ga ada?”
‘’ Kok gitu sih, cinta aja kamu kasih oleh-oleh, kok aku gak?”
“ emang kamu siapa aku?” jawab juna cuek
Terdengar buyi lonceng yang menandakan pelajaran sebentar lagi kan dimulai.
“ Juna perhatian banget ma kamu, cit?”
“ Ah gak kok? “
“ Tapi dia baik banget ma kamu?”
“ Biasa aja kali, Ver?”
“ Dari tatapan matanya, dapat dilihat kalau …………..?”
“ Kalau apa?”
“ Kalllaaaaauuuu juna?”
“ Kenapa juna?”
“ Dia suka sama kamu?”
“ Ha? Ga mungkin lah! Dia kan super star gitu, mana mau sama aku?”
“ Ya juga sih? Tapi beneran dari tatapan matanya ke kamu, dia tu suka ma kamu?”
Cinta mengangkat bahunya, tanda tak mengerti
 “ aku butuh bantuan mu, Cit?”
“ Bantuan apa, Ver?”
“ Em, kamu tahu kan Juna tuh dah nyakitin hatiku?”
“ maksud kamu?”
“ aku kan dah pernah nembak dia, eh dianya malah nolak aku? Kalau dipikir-pikir apa sih kurangku?”
“ Em, ga ada? Siapa sih yang bisa menolak kamu Ver. Kamu kan cantik, kaya , popular lagi.”
“ ya gitu deh! Tapi kok Juna ga mau ya sama aku?”
“ Hanya lelaki bodoh yang ,menolak menjadi pacar kamu!”
“ Benarkah? Tapi aku sangat mencintainya, Cit! jika aku tak bissa mendapatkannya, makan tak ada satu wanita pun yang bisa mendapatkannya,”
“ Kamu kok egois sih?”
“ Ya iyalah aku selalu mendapatkan apa yang aku mau!”
“ Oh” jawab Cinta pendek
Keesokan harinya,
“ Aku punya rencana untuk balas dendamma Juna!”
“ Rencana apa?”
“ Kamu mau kan bantuin aku?”
“ Aku? Emang aku bisa bantu apa?”
“ Juna kan dah terang-terangan deketin kamu, aku yakin bentar lagi Juna kan nembak kamu. Ku mohon demi persahabatan kita, kamu terima Juna ya?”
“ Tapi…………………. Aku kan ga ada rasa ma dia?”
“ Maka dari itu, setelah kamu jadian, kamu sakiti dia. Untuk membalaskan dendam?”
“ Tapi kau sadar kan, Ver. Itu jahat banget!”
“ Tapi kamu juga tahu kan Cit bagaimana sakitnya hatiku!”
Prediksi  Vera akhirnya benar juga
“ Cinta, aku ga tahu mulai dari mana, namun rasanya aku sangat nyaman dekat denganmu.. aku bahagia jika aku bisa menjadi bagian dari hidupmu. Cinta maukah kau mengisi ruang diantara ela2 jariku. Maukah kau jadi belahan jiwaku?”
“ Ta..tapi..?” Cinta teringat pesan Vera
“ Em.. ga ada salahnya kan mencoba?”
“ Be.. beneran kamu mau jadi pacarku?”
Cinta mengangguk. Setelah beberapa lama menjadi kekaish Juna, Cinta merasa beneran mencintai Juna.
“ Juna itu orangnya beneran baik banget, Ver. Kamu tahu kan aku tak pernah berpacaran. Aku juga baru pertama mencintai lelaki, hanya Juna yang aku sayangi... aku merasa semakin lama aku semakin mencintai Juna.. maafkan aku Vera. Kamu sahabatku dan aku tak bisa membohongi perasaanku.?”
“ Kamu egois, Cinta!! Aku benci kamu!!”
Saat di kelas,
“ Apa bener kamu mau menerima cintaku hanya karena ingin membalaskan dendam Vera kepadaku?”
Cinta nampak kikuk, ia tak mengerti dari mana Juna tahu masalah itu
“ Cinta jawab!!” ujar Juna membentak. Cinta mulai menangis
“ Aku menyesal Cinta!! Aku menyesal mencintai kamu!! Aku pikir kamu bisa tulus mencintai ku, tapi apa yang aku dapat kau malah menghianati perasaanku!!”
“ Juna, dengarkan aku!! Memang dulu aku menerima cintamu hanya untuk membalskan dendam Vera, namun semakin lama bersamamu, aku merasa aku benar mencintaimu.. Juna, kini aku sadar aku telah menyakitimu.. maafkan aku Juna... maafkan aku!!”
“ Aku ga mau dengar alasan apapun  dari kamu Cinta!! Kamu telah hancurkan hatiku!! Aku benci kamu!! Aku ga mau dengar apapun dari kamu!!! Pergi kamu dari sini!! Aku muak dengan sikapmu yang munafik!!”
“ Maafkan aku Juna?”
“ Pergi!!!”
Dewngan berderai air mata, Cinta bergegas meninggalkan Juna. Di balik tembok Vera melihat semua itu dengan Senyum kemenangan
“ Rasain kamu Cinta... aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan...?”
Dengan perlahan Vera mendekati Juna
“ Aku tahu teramat sulit tapi jika kamu mau, aku bisa kok menambal hatimu yang terluka?” ujar Vera
“ Aku tak menyangka Cinta setega itu kepadaku?”
“ Ya gitu deh dia, kayaknya aja baik.. aslinya mah busuk!!”
Vera merasa bahagia bisa berada di dekat Juna
“ Tapi, rasanya kamu juga munafik!!! Kamu sekarang juga pergi dari sini!! Aku juga ga mau lihat kamu!!”
“ Tapi, apa salahku, Jun?”
“ Pergi !!!”
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                24 april 2013


Motor antik

sepulang sekolah
“ kamu gak malu sudah kelas 3 SMA ga bisa naik motor?”, ujar cici, sahabatku yang cerewetnya minta ampun.
“ Siapa bilang aku ga bisa? Aku bisa kok Cuma naik, tapi kalau mengendarai???” bela ku mengelak
“ Hahaha alesan klasik banget sih? Kamu kan cowok masak kalah sama aku yang cewek!”
“ eh, naik motor tuh ga ada hubungannya dengan gender ya?” Kataku mengelak
“ haha, abad 21 cowok ga bisa naik motor? Apa kata dunia?”
“ emang dunia bisa berkata??”
“ enggak! Masak aku harus ngajarin kamu? Malu dong sama anak TK aja sekarang kemana-mana bawa motor, sedangkan kamu, lebih memilih jalann kaki atau naik angkot!”
“ Biarlah! Aku pengin menjadi manusia sederhana!”
“ Huh, alesan aja terus!! Aku tahu kamu kaya, motor apapun yang kamu minta bakal dikasih!!”
Sesampaiya di rumah, aku mulai berpikir juga
“ Sampai kapan aku akan ketakutan seperti ini, aku dan ayah ku berbeda!” batinku
Ku berjalan pelan menuju gudang, ku dapati vespa butut peninggalan ayahku. Sudah usang dan debu bertebangan.
“ masih lumayan bagus juga?” aku coba membersihkan vespa itu dengan penuh perasaan.
Seharian penuh aku membersihkan vespa butut itu, dan usahaku  tak gagal, kini vespa itu kelihatan lebih cakep, handsome!
“ Bener kata cici aku harus berlatih naik motor, malu juga liat anak sd yang kemana-mana bawa motor!” tekadku
sSesampainya di sekolah aku mengutarakan  niat baikku pada Cici
“ Kamu mau belajar naik motor??”
Aku mengangguk
“ Ga salah dneger nih?”
“ Ga, makanya kamu harus bantu aku supaya bisa naik motor!”
“ Ga malu sama umur!”
“ ga tuh!” jawabku pede
Berminggu-minggu aku berlatih naik motor dengan bantuan Cici yang sangat sabar membimbingku ke jalan yang benar haha
Namun petaka mengahmpiriku, kakek ku dari desa datang dan dengan semena-mena melarangku berlatih m0otor
Gini nih kronologinya, suatu sore Cici datang ke rumahku untuk latihan
“ Dheo, Dheo? Jadi ga nih latihan motornya!”
“ Bentar, Ci aku ambil vespa dulu!”
Tiba- tiba kakekku datang dan berkata dengan kasarnya
“ Kamu mau kemana? “
“ E, mau latihan motor kek?”
“ Motor-motor apa? Kamu ga boleh latihan motor!!”
“ Tapi kek?”
“ Apa gunanya kamu naik motor! Kalau kamu bisa palingan juga kamu gunakan untuk balapan liar!”
“ Aku ga nyangka kakek berprasangka seperti itu padaku!”
“ Sudah jangan membantah! He kamu wanita ! jangan ajari cucuku naik motor lagi!  Ga ada motor-motoran. Wedus gembel pergi kamu! Jangan kau rusak  cucuku! Pergiiiiii!!!” bentak Kakek pada Cici, dan cici pun pergi dengan perasaan kecewa.
Dan dengan brutalnya kakek mengambil vespa butut peninggalan ayah dan membakarnya di hadapanku
“ Barang rongsok kayak gini ! ga ada gunanya!!!”
“ Kakek jangan, itu peninggalan ayah!! “
“ Karena vespa butut ini ayahmu mati !”
“ Tapi kek? Kematian itu sudah menjadi takdir dari Tuhan, Jadi tak ada sangkut pautnya dengan vespa ini”
“ Sudah jangan membantah ! wedus gembel !!”
Aku tak menyerah, aku mengambil air seember dan menyiramkannya ke kakek, eh salah ke kobaran api yang membakar vespa ayah.
“ apa-apa an kamu ini, “
“ Kakek ga bisa seenaknya bakar barang yang paling berkenang bagiku dan ayah!!”
“ Cukup!”
Tiba-tiba nafas kakek tersengal –sengal , dan ia jatuh
“ Kakek,,,?” aku segera membopongnya ke kamar!
Ku beri minum kakek dengan penuh kehati-hatian
“ Maafkan Dheo kek?’’
“ Kamu dan ayahmu sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah!”
“ Sudahlah kek? Kakek jangan capek-capek, ntar jantung kakek kumat!”
“ Dheo, kakek melarang kamu bukan tanpa sebab! Kakek ga mau kejadian waktu  itu terulang lagi!”
“ Maksud kakek?”
“ Dulu ayahmu  juara trail nasional, namun untung tak dapat diraih, dia meninggal waktu pertandingan . Kakek sangat shock hingga kakek sakit jantung dengan kejadian itu, makanya kakek ga ingin kejadian itu terulang lagi kepada cucu kakek!” 
“ Tapi kek ? setiap manusia mempunyai takdir  yang berbeda-beda? Aku dan ayah berbeda takdirnya!” kakek terdiam sesaat, dan kemudian berkata,
“ Kakek kini tersadar, ga mungkin kan melarangmu hanya karena keegoisan kakek! Sudahlah, Cu? Raihlah bintang di langit dan jadilah apa yang kau ingin kan! Karena takdir setiap manusia berbeda..?”
Dan kini aku menjadi pembalap formula 1 yang tak dapat di remehkan. Melanjutkan cita-cita ayahku,,,,
                                        
                                                11 June 2012


Tak mungkin berhenti

“ besok aku ajak kamu maen ke rumah temanku smp mau ga?”
“emmmm.................”
“ please, beb? Bisa ya?? Please.......?”
“ Kita lihat aja besok!”
Keesokan harinya, Tika menelpon Tama untuk memastikan janjinya menemani ke rumah teman smp nya.
“ Hallo sayang?”
“ Hoaaaahhh”
“ Baru bangun tidur ya?”
“ Kok tahu? Hehe?”
“ Tuh masih nguap gitu? Bau mulut nya aja sampai sini?”
“ Masak sih? Haah??
“ Entar jam 9 aku tunggu di rumah ya?”
“ Jam 9?? Pagi bener!!”
“ Ya iyalah aku kan kangen banget ma temanku, bisar puas ketemunya.”
“ emmm... okey 0key.. apa sih yang enggak buat kamu??”
“ Makasih ya, dear?”
“ Hem, aku mau mandi dulu deh ya?”
“ Yes!!” tika sgera menutup teleponnya.
Jam 9 tama mengampiri Tika ke rumahnya, mereka berdua pun bergegas menuju rumah teman SMP tika. Seesampainya disana,
“ Kenalin ini agfa temen smp ku? Agfa ini Tama cowok yangs ering kuceritakan padamu itu lho...”
Agfa dan Tama menjadi canggung, sebenarnya mereka satu kelas di SMA ini, Agfa sebenarnya menyukai Tama,
“ Emm... Agfa:?” ujar Agfa sembari menjabat tangan tama dengan hati yang hancur
“ E.. Tama?” ujar tama kikuk
“ Agfa, katanya kamu mau cerita tentang cowok keren yang kamu sukai?”
“ em... aku lupa?”
“ ayo dong cerita....?”
“ Em. Dia orannya lucuuu banget humoris gitu. Dianya item manis , pinter lagi...” Agfa terasa berat melanjutkan ceritanya..
“ Terus.. terus??” ujar Tika penasaran
Tama memandang lekat ke arah Agfa, dia tahu cowok yang dimaksud Agfa adalah dirinya.
“emm.. dia sangat perhatian ma aku. Dia selalu tersenyum manis ke arahku, dan beberapa kali dia memandang ke arahku, walaupun dia malu untuk mengakuinya...”
Agfa melirik Tama, untuk mengetahui reaksi Tama.
“ Oh.. so sweet... oh ya siapa nama cowok itu?”
“ HAH?”
“ Siapa namanya..?” tanya Agfa kaget, dia tak menyangka akan mendapat pertanyaan yang sungguh membuatnya shock.
“ Emmm. Pratama....?”
“ Pratama?? Kok seperti nama kamu ya sayang?” ujar Tika memandang mesra ke arah Tama.
Tama semakin kikuk dengan keadaan ini.
Andai kamu tahu tika, cowok yang aku sukai adalah pacarmu




                                                                                                                06 april 2013

Gendut = Sexy


“ Kenapa kamu gendut banget! Malu aku punya istri raksasa macam kamu! Dulu sebelum aku menikah dengan kamu, kamu tuh cantik, tinggi, putih tapi kenapa sekarang kamu kayak kantong beras gini! Awas ya1 klo kamu ga kurusin badan kamu, aku akan ceraikan kamu!”
“ Apa salah jika badanku sekarang melar seperti ini! Kenapa kau tak bisa mencintaiku apa adanya!”
“ Hah, aku malu punya istri macam kamu!”
Selalu setiap hari tiada pernah berhenti mama dan papa Jihan bertengkar. Papa jihan selalu menyalahkan istrinya yang kini mulai melar badannya.
“ Aku gak mau kayak mama! Aku harus kurus! Aku gak mau ditinggalin pacarku jika aku gendut! Aku ggaaaaa maaauuuuuu!” batin Jihan di sela isak tangisnya.
Saat bertemu dengan Ronald, sahabatnya.
“ Menurut kamu aku gendut?”
“ Emmmm…. Kenapa sih cewek tuh ribet banget masalah berat badan?”
“ Jawab aja! Menurutmu aku gimana?”
“ Lumayan sih?”
“ Lumayan gendut?”
“ Lumayan sexy!”
“ Tuh kan kamu ngehina?”
“ Ngehina gimana aku jawab apa adanya kok?”
“ Huh, aku ga mau punya badan gendut kayak mama. Aku ga mau bernasib tragis seperti mamaku. Karena mama sekarang gendut, papa menceraikannya. Aku kasihan melihat mama ku seperti itu. Aku benci gendut! Mama ku meninggal karena overdoss minum obat pelangsing.. kasian sekali mama?
 “ Oh jadi itu, yang menyebabkan kamu tak pernah makan nasi! Tapi itu ga sehat, Han Lagian menurutku walaupun kamu gendut kamu tetap cantik kok dank an selalu menjadi bidadari di hatiku. Ibuku juga gendut tapi menurutku dia malah sangat cantik di mataku. Tak usah lah kau pikirkan apa kata orang!”
“ Benarkah itu, Ron?”
“ Iya!” jawab Ronald pasti
“ Makasih, Ron kau telah mengembalikan lagi rasa percaya diriku!”
“ Udahlah, kamu sexy kok hehe?”
“ Ah kamu……………?”
                                               
                                                                                                13 Mei 2012


polisi

n“ amanda mau ga aku kenalin temen ku, orangnya ganteng, smart, cool gitu pokoknya tipe kamu banget deh?” ujar Melody saat istirahat di kantor
“ Hem….?” Ujar Amanda berdehem panjang
“ Apa kamu ga bosan hidup jadi jomblowati forever, ga malu tuh sama umur?  kamu kan tahu, umur kamu dah ga muda lagi,, apa kamu ga mau membina keluarga gitu?”
“ Kalau memang belum ada jodoh, mau gimana lagi?” uajr Amanda pasrah
“ Tapi kamu kan bisa usaha , Amanda sayang? Kamu kan cantik? Masak kamu kalah sama aku, yang biasa gini?” uajar melody semangat ngomporin
“ Melody, kamu tahu kan kita tuh cewek… dimana-mana cewek tuh tunggu cowok datang melamar, bukan kita yang maju duluan?”
“ Yeee,, kamu sih ketinggalan jaman. Hello, Amanda sekarang kita hidup abad 21 coy? Jamannya emansipasi wanita. Terus apa gunanya ibu kita kartini memperjuangkan hak kita?”
“ Ibu kita? Ibu kamu aja kalik, aku enggak!! Ya bukan gitu maksud emansipasi..?”
“ Terus sampai jenggoten juga kamu ga akan pernah dapet cowok kalau kamu ga ngasih lampu hijau buat mereka. Mau jadi perawan tua sampai rambut kamu putih semua? Aku tuh kadang heran dengan pikiran kamu, udah banyak yang dating melamar kamu, tapi kamu nya yang ga respect, kasih dong kesempatan mereka buat kamu mencintai dia? Apa sih yang salah dengan mereka. Ganteng, cool, smart? I Terus kamu cari yang  gimana lagi??”
“ Tapi mereka kan polisi?”
“ Terus apa hubungannya sama polisi..?”
“  Kamu kan tahu aku benci setengah mati ma yang namanya polisi, dimana-mana polisi itu jadi umpatan kesal masyarakat, bukankah tugas mereka seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, namun pada kenyataan meraka melenceng jauh dari tugas mereka?”
“ Maksud kamu apa sih aku ga ngerti? Kamu tuh sok banget kayak aktivis aja, Bukankah selama ini polisi tuh ganteng , badan atletik, gagah…?”
“ Stop!! Stop!!” ujar Amanda memotong. “ Tapi mereka suka merampas hak orang lain? Kamu liat aja kalau ada razia, dengan mudahnya polisi goblok itu, menerima suap. Belum lagi jika ada pelanggaran lalu lintas, polisi akan menawarkan siding di tempat, tentu aja dong uang itu masuk ke dompet pribadi mereka?pantas perut mereka kayak orang hamil, kebanyakan makan uang haram sih?”
“ Kalau aku sih, ga peduli yang penting duitnya banyak?” uajr Melody bercanda
“ idih, amit-amit deh makan uang haram1 uang rakyat kecil lagi?”
“ Kamu kok mandang nya gitu? Liat dong sisi positifnya?”
“ Positif apa? Ga ada aku rasa? Coba kamu liat densus 88 goblok itu. Kenapa yang mereka curigai menjadi teroris kebanyakan orang2 bercadar dan lelaki berjenggot, bahkan mereka dengan seenak pantatnya menembak terduga ‘teroris’ padahal belum tentu itu benar. Iya kan?”
“ Tapi kan…” melody berusaha menyela namun segera dipotong Amanda
“ Lagian juga densus 88 itu main enaknya sendiri menembak orang, mentang2 dapet duit dari amerika, kamu kan tahu amerika tuh benci banget dengan islam..?”
“ Jadi kesimpulannya?” ujar Melody sinis
“ Polisi itu secara ga langsung juga memusuhi islam, understand?”
Melody mengangguk
Keesokan harinya,
“ Amanda kenalin ini teman yang aku janjikan itu?”
“ Amanda?” ujar amanda menjabat tangan lelaki yang dikenalkan melodi kepadanya
“ Zain, Zain malik?” Zain mengenggam erat telapak tangan amanda, ada aliran darah cinta yang membekukan otak mereka
‘” Hem,, hem,, salaman aja, lama banget? Sampai pegel nugguinnya,?” amanda dan Zain tampak kikuk.
“ akh kamu, dy?”
“ Ciye, iyee kikuk gitu? Waduw, baru pertama kenal aja kayaknya dah ada getaran2 cinta gini? Hehe?? Tuh kan amanda aku ga salah pilih kan, Zain ini orangnya ganteng, smart, cool?”
“ Iya deh, kamu menang kali ini?”
“ Hehe, oh ya Zain ini loh temenku yang sering aku ceritaan ,?”
“ Emang Melody cerita apa aja ke kamu?” Tanya Amanda penuh antusias
“ Ciyee.. ciyee,  aku tingggal ya? Kalian ngobrol aja berdua.. oh ya ntar jangan lupa Pe je nya?”
“ Pe je apaan sih?” Tanya amanda tak mengerti
“ Pajak jadian lah?? Makan steak juga gpp?”
 “ Dasar matre??” ujar amanda seraya mencubit gemas pipj sahabatnya itu.
“ Udah, akh.. lanjutin dulu ngobrolnya…?”
Zain dan amanda tampak kikuk, mereka bingung harus memulai dari mana pembicaraan.
“ Oh ya amanda, kamu kerja dimana?”
“ Aku kerja di kantor RaHul , disebelah kantor kecamatan?”
“ Oh itu, aku tahu aku tahu..?”
Keduanya pun larut dalam obrolan yang hangat.. udah akh.. jangan ganggu mereka, kita pergi aja yuk,, ciiyyee.. sesampainya di ruma,  Zain menelpon Melody
“ Hai, Dy?”
“ Eh, kamu Zain tumben kamu telpon aku?”
“ Sumpah amanda tuh orangnya maniiiss banget ya? Kalau lagi senyum tuh manis banget!! Aku nitip salam ya, buat si amanda manis”
“ Haha.. siap koamandan!! Kayaknya ada yang lagi falling in love nih?”
Melody kini menelpon Amanda,
“ Gimana nih,  Zain orangnya asyik kan?”
“ Hehe, dia tuh gantengg banget, senyumnya ga nahan boo’.. “
“ Jadi ga salah pilih nih? Oh ya, kamu dapat salam dari dia?”
“ Ya, ga salah dong? Beneran aku dapat salam dari dia,,, ya ampuunn.. salam balik yah?? Muachh dariku untuk Zain seorang”
“ Haha, dasar!! Nenek ganjen”
“ Hehe”
Hari2 berikutnya Zain dan amanda terlihat lebih dekat dan akrab.
“ Aduh sialan, ada razia, mana aku lupa bawa SIM,, dasar Amanda ceroboh??” umpat Amanda
“ Maaf, mbak, bisa saya periksa kelengakapan surat2nya?”
“ Ini..?” ujar Amanda kesal, kenapa sih tadi buru2 banget, lupa kan bawa Sim
“ Zain??” Tiba-tiba Amanda mengenali sosok polisi ganteng dihadapannya
“ Amanda?? Oh maaf kalau gitu kamu silakan jalan terus?”
“ Zain, kamu polisi??” ujar Amanda meamandang Zain dari ujung kaki hingga rambut
“ Iya, emang kenapa, ada yang salah Amanda?”
“ Kamu tahu!! Gara2 polisi ayahku mati!! Gara-gara kamu.. gara-gara kamu, ayahku mati!!! “ ujar Amanda penuh kekesalan , dia mendorong tubuh Zain
“ Apa salahku jika aku seorang polisi, da?”
“ Kenapa kamu biarkan aku mencintai kamu!! Padahal aku sudah bersumpah demi ayahku, aku tak akan pernah menikah ataupun menjalin hubungan dengan polisi.”
“ Tapi aku benar-benar mencintai kamu Amanda, aku sangaatt mencintai kamu..?”
“ Tapi kamu polisi? Dan aku ga mungkin bisa dekat dengan kamu….?” Ujar Amanda penuh emosi
“ Hanya karena aku polisi??? Itu tidak masuk akal, Da? Kamu ga bisa menilai seseorang hanya karena profesinya? Kamu ga adil !!” semua orang yang berhenti melihat percecokan Amanda dan Zain, bahkan yang kena Razia pun ikut mendengar pembicaraan mereka.
Zain melihat sekelilingnya, banyak orang yang menguping pembicaraannya dengan Amanda
“ Amanda, bisa kita bicara di tempat lain? Disini banyak orang , rasanya tidak etis masalah pribadi kita di dengar banyak orang?”
“ Biar!! bIarkan saja!! Biar semua orang tahu, bahwa polisi itu semuanya bejat!! Semuanya pembunuh, antek-antek Amerika yang suka memusuhi orang islam?”
“ Tidak semuanya , amanda?” uajr Zain mencoba membela diri
“ Kamu tahu Zain? Kamu tahu... ayahku meninggal karena di penjara … ayahku bukan teroris, ayahku bukan seorang koruptor.. ayahku bukan seorang pembunuh, tapi kenapa? Kenapa dia fitnah dengan keji.. kenapa dia di fitnah, hingga harus mati . tanpa ada pembelaan !! kenapa? Apa hanya karena ayahku seorang aktivis dakwah? Kamu ga tahu kan? Betapa sakit hati ini??”
Zain diam, melihat Zain diam, amanda kembali mengoceh.
“ Kamu tahu, semenjak ayahku dihukum mati oleh polisi biadab itu, ibuku sakit-sakitan. Bagaimana mungkin kami bisa bertahan, adikku 6 semuanya masih kecil, Tega  sekali polisi biadab itu merampas kebahagiaan milik kami?? Sam[pai saat ini, ibuku lumpuh!! Semua adikku mati!!! Semuanya mati karena kelaparan??” air mata terus meluncur deras di pipi amanda,
Banyak pengguna jalan yang melihat percecokan Amanda dan Zain menitikan air mata kesedihan.
“ Beri aku kesempatan untuk membahagiakan kamu? Aku mohon..”
“ Beri aku alasan kenapa aku harus memberi kamu kesempatan?!”
“ Karena aku mencintaimu, dan aku rasa kau pun mencintaiku?”
Semua penonton berdebar seperti menonton pertandingan sepak boal di menit2 akhir, mereka ssemua terdiam dan berpikir apakah yang akan amanda katakan kepada Zain.
“ Zain , apakah demi aku kamu mau meninggalkan seragam kepolisianmu itu?” tantang amanda
Semuanya tercengang, begitupula Zain. Mendengar syarat yang diajukan Amanda. Dapatkah ia melepas baju symbol kegagahan dan kebangganya?
Lama Zain terdiam,
“ Kamu tak mencintaiku, Zain? Kamu lebih bangga dengan seragam busukmu itu, daripada aku?”
“ Amanda, dengarkan alasanku, kamu tahu? menjadi polisi adalah cita2ku dari kecil. Ayahku seorang polisi, kakekku seorang polisi. Bahkan demi membayar sekolah di kepolisian, orang tuaku rela menjual sawah satu2nya yang mereka miliki, bahkan mereka rela tidur di rumah yang sumpek agar mereka bisa bangga jika cita2 anaknya dapat terwujud. Orang tuaku bangga melihat aku sekarang, sangat sulit bagiku melepas seragam ini, aku sunggguh tak ingin mengecewakan kedua orang tuaku, ku mohon amanda.. ku mohon mengertilah??”
“ Terserah kamu!! Sekarang kamu pilih aku atau seragam kamu yang kamu banggakan itu!! Aku ga bisa melihat orang yang aku sayangi memakai seragam polisi, aku tak ingin mengingat kematian ayahku,.”
“ Tapi amanda,, aku tak ingin  mengecewakanmu dan orang tuaku?”
“ Okey, sudah cukup. Aku tahu jawaban dari kamu? Sampai kapanpun kamu ga bisa melepas seragam, itu.. baik Zain,, okey!! Pergilah, cari wanita lain yang bisa bahagiain kamu?”
“ Aku menyesal, aku menyesal Zain mencintai kamu, aku telah persembahakan seluruh hatiku untuk mencintaimu, namun aku salah! Ku kira kau benar2 mencintaiku, namun aku salah!! Aku salah mengartikanmu!! Aku tak pantas untukmu?”
Tiba2 Zain mencopot baju seragam polisinya
“ Kamu lihat amanda?? Sekrang kamu tahukan seberapa besar aku mencintaimu??”
Zain berlutut di hadapan Amanda
“ Amanda, jika aku cari pekerjaan lain, apakah kamu mau untuk membina indahnya mahligai rumah tangga bersamaku?”
“ Tentu, Zaoin? Aku sangat mencintaimu?”
“ Walaupun aku hanya seorang penjual batagor keliling?”
“ mengapa tidak? Sekalipun kau jadi gembel yang tidur diemperan took, Aku rasa itu lebih baik, jauh lebih baik daripada menjadi polisi??”
Mereka berdua berpelukan, kini semua penonton menangis dalam keharuan, bahkan diantara mereka ada yang sengaja bersiul menggoda.




07 mei 2013

kalimantan

Malam ini adalah malam yang sangat menegangkan bagiku, betapa tidak, besok adalah hari pertama aku mengajar di sebuah TK terpencil di pulau Kalimantan ini. Aku bahagia, akhirnya dapat tercapai impian ku untukmenjadi seorang guru Tk Namun aku juga sangat khawatir hidup di pulau yang kata orang angker ini. Belum lagi disini aku tak punya saudara atau keluarga. Aku hanya menempati rumah dinas yang tak terlalu besar. Dan tinggal di daerah terpencil.
“ Permisi, mbak. TK Pertiwi letaknya dimana ya?” tanyaku pada salah seorang paruh bayah, ku taksir umurnya kira2 35 tahunan. Dia memandang dalam kearahku. Ada biads tak mengenakan yang kutangkap dari raut wajahnya yang memandangku.
“ Orang baru ya?” tanyanya agak sinis. Aku berusaha tersenyum dan mengangguk  kecil
“ Saya dari jawa, mulai hari oini saya dinas disini.”
“ Kamu mau ngajar di Tk angker itu?”
“ Maksud anda?” tanyaku benar2 tak mengerti. Dia manarik nafas panjang, berusaha untuk kuat menerangkan apa yang terjadi dengan Tk tempat aku mengajar.
“ sudah sepuluh tahun yang la;u tk itu ditutup karena kekurangan murid. Orang tua murid tak mau lagi menyekolahkan anak mereka di Tk angker itu, karena mereka mendapat laporan adari anaknya jika anak-anak mereka diganggu oleh seoramg arwah anak keciol berseragam.”
“Kata anak kecil yang bersekolah disitu, mereka diganggu caca, salah seorang murid yang tewas mengenaskan di kamar mandi sekolah. Caca ingin mempunyai teman, kata mereka namun mereka takut karena caca berwajah menyeramkan?”
Bulu kudukku berdiri, ingin rasanya aku berkata TIIIDDAAKK dan meninggalkan sesegera mungkin pulau ini.aku membayangkan jika aku betemu dengan Caca? Namun hati kecilku beristighfar. Bukankah aku masih punya Allah yang selalu menjagaku?
Tiba-tiba saja ada yang membentak dengan keras
“ Kenapa kamu cerita aib sekolah itu ke orang asing?” Tanya salah seorang nenek tua yang menyalahkan wanita yang member tahuku
“ Tapi dia mau mengajar di sekolah itu?” ujar wanita itu kepada nenek tua, nenek itupun memandang kearahku dengan tajam
“ ga takut bu, ngajar di situ?”   celoteh seorang lelaki penjual sayur
“ Bismillah saja deh, insya allah..?”
“ Ya deh,s emoga ga diganggu. 10 tahun yang lalu bus alma yang ngajar aja sampai sekarang gila.”
Aku berusaha tersenyum, walau itu senyum kecut. Dalam hati aku berpikir keras bagaimana cara menyakinkan orang tua murid yang tentu lebih percaya dengan vcerita horo itu dibandingkandenganku seorang pendatang baru.
Di j.alan aku bertemu dengan seorang wanita yang sebaya denganku.
“ hai, namaku Vesa, nama kamu siapa?” ujarku menjabat tangan nya
“ Dewi.”
“ Oh ya dewi kamu kerja apa disini?”
“ Jadi buruh cuci. Aku eprantau dari Sulawesi?”
“ Oh..gitu? kamu mau ga ngajar tk aja bareng aku?”
“ Ngajar? Tapi aku tak punya kepandaian?”
“ Gapap, kamubantu aku aja. Kamu mau kan bantu aku. Nanti gajinya kita bagi dua. Kan lumayan ga terlalu capek,daripada jadi buruh cuci gitu?”
Dewimengangguk. YES batink. u. Aku berhasil merekrut orang. sEkarang tinggal bagaimana berusaha menyakinkan orang tua agar menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
Seminggu ini aku dan Dewi pergi ke rumah satu2 penduduk di desa ini, kami berusaha menyakinkan agar mereka mau menyekolahkan anaknya di sekolah kami.
“ Iya, bu, kan enak sekolah di TK pertiwi, jaraknya ga terlalu jauh dari rumah. Kan kalau bersekolah di TK desa  sebelah ibu kerepotan, bel8um lagi uang yang harus dikeluarkan. Kan kalau bersekolah di Tk cukup dengan jalan kaki. “ ujarku berusaha mneyakionkan salah seorang warga
“ Tapi , Tk itu kan angker?”
“ Insya allah jika kita mengaji setiap hari. Ga aka nada apa2 kok? Ibu percaya kan kita maih punya  Allah yanga kan menjaga kita?”
Ibu itu mengangguk . YES. Berhasil. Namun kadang juga aku ditolak mentah2 oleh orang tua kolot yang mati2an tak mau menyekolahkan anaknya di TK pertiwi
“ Saya ga mau anak saya jadi gila seperti Bu salma! Lebih baik anak saya tidak bersekolah daripada harus bersekolah di TK itu?” aku pun mengelus dada. Dasar Kolot!! Umpatku kesal.
“ Ga mau akh. Saya akan cari Tk lain saja, walaupun biayanya lebih besar, namun itu sebanding dengan keselamatan nyawa nak saya.?” Lagi-lagi aku harus berhasil! Ya Allah bantu hamba yang lemah ini.
Dengan keringat mengucur deras membasahi bajuku, aku mendapat 10 murid. Alhamdulillah daripada tidak sama sekali.
Hari pertama aku mengajar, aku erasa bahagia, semenjak lama aku ignin menjadi seorang guru, dan sekarang alhamdulillah impian ku masa  kecil akhirnya terwujud juga.  Pada suatu malam, Dalam mimpi aku melihat ada seorang murid berumur sekitar 4 tahun, wajahnya hancur berlumuran darah, namun jelas kelihatan jika anak itu sangat cantik. Aku berusaha meraihnya, namun dia semakin menjauh dari tempatku berdiri,
“ Tunggu, nak. Tunggu, ibu mau bicara?” anak itu tersenyum manis ke arahku
“ kamu kenapa bisa seperti itu,?” tanyaku lagi
“ bu guru salma menyiksaku karena aku mencuri makanan di kantin sebanyak Rp 500 . “
“ Astaghfirullah” aku segera beristighfar. Kenapa aku bermimpi seperti itu, apakah itu suatu petunjuk dari Allah ataukah hanya sebuah bunga tidur.
Keesokan harinya aku mneceritakan mimpiku kepada dewi teman ku mengajar.
“ Oh jadi begitu ceritanya? Tapi tunggu dulu, siapa bu salma?”
“ Aku juga ga terlalu tahu siapa dia, mungkin dia dulu guru Caca. Tapi yang jadi pertanyaanku , kenapa sampai tega bu guru salma menganiaya caca yang tak berdosa hanya gara-gara uang 500. Kan tidak masuk akaal?” ujarku membuat pertanyaan
“ bener juga ya? Gimana kalu kita berkunjung ke rumah bu salma.?”
“ Tapi kalau kita ditanya alas an kita kesana?”
“ Alah gampang. Nanti aku deh yang cari alas an?”
“ Key!! Aku nurut deh?”
Keesokan harinya setelah mengajar,
“ Bu, mau numpang nanya apakah ibu tahu rumah bu salma?”
“ Bu salma siapa? Orang gila itu?”
“ oh bukan…  Bu salma yang dulu ngajar di Tk pertiwi?”
“ Lha iya, itu  bu  salma sekarang gila, kasihan dia. Keluarganya ga ada yang mau ngurus.. sekarang dia tinggal di situ?” ujar ibu itu menunjuk sebuah gubuk reot yang seperti tak berpenghuni
“ Oh ya.. makasih, mari bu?”
“ Iya, tapi hati2…?” aku dan dewi mengangguk
“ Bener mau ke rumah itu?” Tanya Dewi , nampaknya ia ragu
“ Tentu dong. Bismillah aja deh?”
“ Tapi… aku takut? Pulang aja, yuk? Kayaknya angker gitu rumahnya.. ” ujar dewi mengenggam erta tanganku
“ Nanggung akh!! Pokonya aku harus ketemu sama bu salma?”
“ Iya deh, iya….??” Ujar Dewi akhirnya pasrah setelah melewati perdebatan sengit denganku.
ku buka sedikit  pintu rumah yang terbuat dari anyaman bamboo itu . ku lihat bus alma tertidur di bale-bale rumahnya.  bu salma Nampak sangat tua, umurnya sekitar 45 tahun namun tampak seperti berumur 90 tahun, mungkin banyak permasalahan hidup yang ia pendam, sehingga ia sangat terlihat banyak pikiran.
“ Assalammualaikum bu salma?”
“ Anda. siapa?”  tanyanya heran, sebelumnya tak pernah sekalipunorang dating ke rumahnya.
“ saya dewi dan ini teman saya dari jawa namanya Vesa. Kami berdua pengajar di Tk pertiwi.?” Mendengar kata tk pertiwi bus alma Nampak sangat tegang. Ia tak menyangka kan mendengar nama itu, setelah 10 tahun ia tak lagi mendengar.
“ Ja…jadii.. TK itu kini di buka lagi?”
“ Iya, bu?”
Bu salma memandang ke luar jendela pandangannya nanar.
“ maaf, bu salma. Apakah dulu bu salma pernah mempunyai murid bernama Federica tapi biasanya dipanggil caca?” tanyaku kemudian. Bu salma terdiam lama sekali ia berusaha merangkai kata yang etpat yang ingin ia ucapkan.
“ Maaf sebelumnya  kalau saya menyinggung perasaan ibu?”
Tiba-tiba saja Bu salma menangis tersedu-sedu. Aku d an dewi salinbg berpandangan tak mengerti. Dewi mengelus punggung bus alma
“ Maaf kan kami bu, jika mungkin itu luka lama yang tak ingin bu salma ungkap. Kami maklum.?”
“ saya adalah wanita paling jahat yang diciptakan Tuhan… saya tega membunuh seorang anak kecil yang tak berdosa hanya karena keegoisan saya? Dapatkah Tuhan mengampuni saya yang telah berdosa ini?”
Dewi member minum bu salma. Keringat mebgucur deras membasahi wajah bu Salma rasanya sangat berat mengungkap namun kami harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“ se..sebenrnya Caca anak yang sangat manis dan baik. Ia tak pernah mencuri makanan seharga 500 itu. Saya yang memfitnah dia… “
“ Astaghfirullah.. kenapa ibu tega sekali?” ujar ku terkejut
“ Mungkin saya adalah wanita yang paling hina. Saya ga panytas dimaafkan oleh siapapun. 10 tahun lamanya saya memendam perasaan bersalah saya pada Caca. Setiap malam saya selalu berimpi bertemu dengan Caca yang rasanya ingin membunuh saya. Saya takut jika ada suara anak kecil. Saya menjadi gila…….?”
“ Tapi kenapa bu salma melakukan itu?” tanyaku penuh curiga
“ Sebenarnya, saya dendam kepada ibu nya caca. Dulu waktu SMA saya dan Ratih , ibu Caca bersahabat baik. Saya mempunyaoi pacar bernama Yudha. Namun Ratih mengkhianati persahabatan kita. Dia diam-diam memelet Yuda, dan akhirnya mereka menikah dan memunyai anak ya, Caca itu. Alangkah sakit hati ini. Saya sungguh sangat kecewe, saya merasa di khianati oleh Ratih makan untuk membalas dendanm saya membunuh anak Yuda dan Ratih… saya menyesal.. sungguh saya menyesal. Saya tak seharusnya melakukan itu.. saya sungguh biadab.. caca.. caca.. maafkan ibu salma saying… maafkan aku, caca?”
Aku dan dewi menghembuskan nafas berat. Aku bersyukur ternyata semua permasalahan sudah selesai. Malam harinya aku bermimpi caca melambaikan tangannya kepada
“ Terima kasih.. bu Vesa…?” dan dia terbang menuju surga
Alhamdulillah, semuanya kini telah selesai…. MISI berhasil !






ibuku rinduku

“ Hoyee…. Kak Tristan dateenggg hoyyyeeee?” Teriak Minuk adik bungsu Yoga
“ Eh, minuk? Ini kak Tristan bawain telur asin kesukaan kamu?”
“ Makaasssssssssiiih kak Tristan?” dan dengan genitnya Minuk yang masih kelas 1 sd itu mencium pipi lembut Tristan
“ Kenapa sih setiap kamu dating adikku selalu merasa bahagia seperti ketemu presiden aja?” Ujar Yoga yang agak cemburu melihat adik-adiknya yang lebih sayang kepada Tristan daripada dirinya.

“ Gini coy? anak kecil itu masih berhati lembut. Dan bisa membedakan mana manusia yang hatinya baik dan mana yang tidak baik, jadi dah jelas dong aku ini punya charisma daripada kamu, hehe?” ujar Tristan
“ huh payah kamu??” ujar Yoga jengkel
       Keesokan harinya di tempat nongkrong. Yoga iseng-iseng Tanya SESUATU Ma Tristan.
“ Man, aku heran deh ma kamu?”
“ Heran kenapa?”
“ Kenapa sih kamu ga pernah certita tentang keluargamu?”
“ Emang penting ya?”
“ Sob, aku kan sahabat kamu dah lama banget . Masak gak pernah tahu asal usul keluargamu?”
“ Males akh! Ga usah bahas keluarga! Nothing!!! Aku dan keluarga ku end”
“ Emang Nothing aku dan keluargaku end artinya apa?”
“ Kurang lebih artinya Yoga ganteng gitu?”
“ Masak sih?!”
“ Iya bawel banget sih kamu!”
“ Oh gitu ya? Berarti gue ganteng gitu haha? Baru sadar aku!”
Tristan tertawa kecil melihat kepolosan sobatnya itu.
Keesokan harinya
“  Ibu, Tristan datang bu?” Ujar Tristan mengetuk pintu rumah berubkuran 4x4 meter yang sangat pengap itu. Ibu Tristan membuka pintu dan kembali menutup dengan sangat keras.
“ Hahaaaaaaaaaaaaa?!!!” ibu Tristan berteriak histeris
“ Ibuuuuuuu…………..?”
“ Ibu, tak rindukah kau pada Tristan, Ibu………? Apa kau benar-benar lupa dengan anakmu? Apa kau tak lagi peduli dengan ku ibu……….?”
“ Ibu…….. Tristan janji jika Aku ketemu Ayah yang bangsat itu, aku akan membalasa rasa sakit gati ibu pada lelaki itu. Aku  bersumpah, Bu?” Namun omongan Tristan tak digubris ibunya, semenjak tinggal di rumah itu, sehari-hari hanya duduk melamun dan selalu menitikan air mata tanpa satu patah katapun terucap dari bibirnya.
“ He, kamu pergiiiii.. Pergi kamu! Jangan kesini lagi !! pergggiii !!” teriak tetangga rumah itu. Tristan pergi dengan menahan perasaan yang teramat rindu kepaada ibunya.


“ Hei. Lelaki bangsat!!”
Lelaki yang dipanggil Tristan menoleh
“ Triiissstttannnn…..?”
“ Jangan sebut namaku! “
BUK BUK BUK Tristan menghajar  lelaki tadi.
“ Tristan, dengerin penjelasan ayah, Nak! “
“ Cuiiiih tak sudi aku mempunyai ayah seperti kamu. “ tunjuk Tristan tepat di depn wajah ayahnya
“ Makanya dengerin dulu penjelasanku. Ayah sangat menyesal  dulu telah berbuat jahat sama kamu dan ibumu? Maafin ayah, Nak?”
“ Cuihh maaf? Katamu maaf? Kemana aja kamu dulu! Menelantarkan aku dan ibu. Tak tahu kan kamu ibu sekarang gila karena memikirkan kamu. Dia ytak ingat  lagi semuanya. Apalagi dengtan ku anaknya. Kamu Bangsat karena kamu ibu ku jadi gila!”
“ be.. benarkah??? Sebagai permintaan maaku, ijinkan aku sekali saja bertemu dengan istri yang sangat aku cintai..?”
“ Terserah!! Etrserah kamu!! Aku ga peduli lagi!!” ujar Tristan cuek.
Ayah Tristan berusaha mencari keberadaan istrinya, ia sangat ingin memminta maaf.. akhirnya dia menemukan tempat dimana istrinya tinggal
“ Bramantyo?”
“ Ismi? Kau ingat denganku?”
“ Whhaaaaaaaa pergi. Pergi jauh! Aku gak mau lagi ketemu kamu! Aku bersumpah aku sungguh membencimu! Pergi ! perrrgggggiiiiiii !!!”
“ Ismi? Aku akan jelasin semuanya. Maafkan aku yang telah menjadikan mu seperti ini, maafkan akau Ismi!”
“ PPeeeeeerrrrgiiiii!!!!” bentak Ibu Tristan histeris
“ Ismi maafkan aku yang dulu sangat temperamental kepadamu. Maafkan aku sellau menamparmu, maafkan aku! Aku ingin kembali enjadi keluarga yang utuh bersama Tristan.aku janji.. aku janji akan membawa kebahagiaan bagi kamu dan tristan
Setelah 10 tahun mereka tak bertemu akghirnya keluarga tristan menjdai keluarga yang utuh.
                                                                01 Juni 13



satu bintang

Saat tengah menjalin mahligai rumah tangga selama 1 tahun, tiba-tiba saja Panji memutuskan untuk merantau
“ Mia, maafkan aku, aku akan pergi jauh meninggalkanmu?”
“ Kamu mau kemana, Panji?”
“ Aku akan pergi ke Australia?”
“ Kenapa kau pergi sejauh itu?”
“ Orang tuaku menghendaki ku untuk bekerja di sana!”
“ Tapi kamu tahu kan aku sedang hamil?”
“ Bgaiku, sungguh teramat berat meninggalkan mu dalam keadaan seperti ini, tapi bagaimana dengan biaya kita kalau aku tidak merantau?”
“ Haruskah sejauh itu?”
“ Kamu percaya akan ketulusan cinta kita kan?” ujar Panji meyakinkan. Mia mengangguk
Dengan setia Mia menunggu kepulangan Panji selama 8 tahun, Tak terasa Izza juga sudah tumbuh menjadi anak yang tak lagi kecil.  Selama itu pula Mia berusaha menghubungi Panji atau berkirim surat. Namun surat-surat yang ia berikan pada Panji dikembalikan lagi oleh pak pos. Namun Mia tak gentar, ia berusaha untuk mencari tahu keberadaan suaminya kini.
“ Ma, ayah ku gimana sih? Kok aku gak pernah dicium ayah seperti teman-temanku?” dada Mia terasa sesak tak menyangka anaknya kan bertanya seperti itu
“ Aku bosan, Ma setiap hari teman-temanku menanyakan dimana ayahku?” Lidah Mia terasa kelu, tak dapat berkata lagi, hanya buliran air mata yang mewakili perasaannya.
“ Mama kenapa menangis?” ujar Izza polos.
“ Maafin Izza ma? Izza janji gak akan Tanya lagi tentang ayah, Izza gak mau mama menangis lagi? Maafin Izza, Ma?” ujar Izza sembari menyeka air mata mamanya
Suatu sore, telepon rumah Mia bordering
“ Halo, Mia?”
“ Mas panji??”
“ Mia maafkan aku?”
“ Mas Panji, sudah bertahun-tahun aku setia menantimu? Sekarang kamu dimana?”
“ Mia, terima kasih atas semua kesetiaanmu padaku, tapi  ketahuilah kita tak mungkin bersatu lagi?”
“ Memang kenapa? Aku masih disini untukmu dan terus setia bersamamu?”
“ Mia, dimana si kecil kita?”
“ Izza, dia sekarang tumbuh menjadi lelaki kuat yang sellau melindungiku, dan tak ingin melihatku menangis. Dia sangat merindukanmu. Apa kau tak rindu denganku dan anakmu?”
“ Aku sangat ingin kembali menjadi keluarga yang utuh lagi bersamamu, namun itu tak mungkin?”
“ Kenapa tak mungkin?”
“ Mia, Izza sekarang mempunyai adik!”
“ Maksudmu?”
“ Mia, maafkan aku?”
“ Apa maksudmu?”
“ Mia, dengarlah. Maafkan aku, aku telah menikah lagi dengan wanita lain selain kau!”
“ Apa maksudmu?”
“ Mia, aku telah menikah lagi tanpa sepengetahuanmu?”
“ Apa??”
“ Mia, ku mohon mengertilah posisiku! Aku dipaksa oleh orang tuaku melakukan itu, kau tahu kan mereka tak pernah merestui jalinan cinta kita. “
“ Kamu ingatkan  janjimu kepadaku?”
“ Iya aku tak akan pernah melupakan janji itu. Bahwa apapun yang terjadi aku tidak akan menduakan cintaku selain kamu. Tapi mengertilah kondisiku??’’
“ SEkarang pilihlah jalan terbaik, berpisah denganku atau kau mau berbagi kisah cinta dengan wanita lain. Namun ketahuilah Mia sampai kapanpun hanya kau yang dapat membahagiiakanku. Maafkan aku yang telah menyia-yiakan mu. “ lanjut Panji
“ Biarlah aku hidup bahagia hanya dengan Izza. Biarlah Izza menganggap bahwa ayahnya telah meninggal” ujar Mia disela-sela isak tangisnya
“ Baiklah Mia, jika itu pilihan yang terbaik. Aku berjanji tidak akan menemui lagi jikalau kehadiranku hanya akan mencoret luka di hatimu?”
“ Kau kan selalu ku kenang abadi di hatiku walau bayangmu pun tak lagi terlintas di fikirku, Saat kau melangkah pergi jauh dariku dan meninggalkanku untuk selamanya. “
KLIK
Mia menutup ganggang telepon .
 Aku tak mengerti? Sepengetahuan ku hanya ada satu bintang yang menyinari hatiku, yaitu kamu. Dan ku mohon jangan kau sia-sia kan seseorang yang telah setia mencintaimu…… Panji,,,, namun sekarang kau benamkan aku dari kepalsuan cintamu…

                                                             5 June 2012

Arti diriku

 “Ibu senang sekali mempunyai menantu sepertimu Fadma?!”
“ Kenapa, Bu?” Tanya Jibran suami Fadma
“ Karena kau sangat manis,sholehah, baik dan juga berhati lembut. Memang tak salah Jibran menjadikanmu sebagai istrinya!”
“ Iya dong! Siapa dulu? Jibran gitu loh bu? Hehe!”
Ketiganya pun tertawa bersama
“ Ibu ingin sebelum ibu mati nanti ingin melihat cucu ibu!”
“ Akh, ibu ini? Jangan ngomong seperti itu!” ujar Fadma
10 tahun kemudian
“ Kenapa ya, aku tak menunjukkan akan hamil?” ujar Fadma
“ Bersabarlah, Nak? Selagi ibu masih hidup. Ibu akan sellau bersabar menanti cucu ibu yang lucu. Jibran hanya kamulah anak ibu!  Terkadang ibu kesepian karena hanya mempunyai kamu?”
“ Ibu kini tak lagi kesepian karena Fadma kan setia menjaga dan merawat ibu?” ujar Fadma lembut
“ Tapi ibu merasa hampa! Ibu ingin mendegar suara tangis bayi di rumah ini?”
“ Ibu, bersabarlah?” ujar Jibran pasrah.
“ Ya, Nak Tentu. Cobalah kalian berdua periksa! Lagi ke dokter!”
“ Baik , BU?”
Sesampainya di Rumah sakit
“ Kenapa dok istri saya tak ada tanda-tanda bahwa dia hamil!”
“ Em, maaf pak Jibran ternyata istri bapak tidak bisa hamil ataupun melahirkan?”
“ Apa? Memang kenapa dengan istri saya!”
“ Dia menderita kanker rahim, Pak!”
“ Ya Tuhan, apa salahku hingga kau uji aku dengan penderitaan yang sangat berat?” urai Fadma di sela-sela isak tangisnya
“ Bersabarlah Fadma!” ujar Jibran menenangkan
Sesampainya di rumah,
“ Bagaimana keadaanmu, Fadma? “
“ Em, maafkan kami, Bu! Fadma belum bisa hamil saat ini!” urai Jibran. Karena mendengar berita yang sangat mengejutkan itu, Ibu Jibran jatuh pingsan
Dokter pribadipun segera di telepon
“Pak Jibran! Penyakit jantung ibu anda sudah sangat parah  sekali lagi dia shock, nyawanya tidak akan tertolong lagi!”
“ Apa?” ujar Fadma kaget
“ Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Jibran
“ Carilah istri lain yang akan memberikan kau anak!”
“ Apa kau sudah gila Fadma! Hanya kamulah satu-satunya wanita yang paling aku cintai di bumi ini! Dan tak kan ada yang lain selain kamu!”
“ Tapi pikirlah keadaan ibumu!”
“ Justru itulah yang kau fikirkan! Ibu ku sangat menyayangi kamu. Dia tak mungkin bisa terima aku akan bersanding dengan wanita lain selain kau, Fadma!”
“ Ku mohon mengertilah, Jibran. Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu! Namun aku tak boleh egois, Jibran!”
“ Kau tak pernah terganti oleh siapapun Fadma!”
Fadma menangis terisak mendengar penuturan Jibran yang sangat membuatnya tersanjung. Saat Jibran ke kantor, diam-diam Fadma pergi mencari seorang wanita yang ia rasa sangat mirip dengan dirinya
“ Hai!” Sapa Fadma pada seoarang wanita di pinggir jalan yang mirip dengannya
“ Hai..?! ada apa?!”
“ Boleh aku bicara sebentar?”
“Tentu!”
“ Oh ya siapa namamu?”
“ Winda? Kamu?”
“ Fadma, bolehkah aku meminta bantuanmu?”
“ Bantuan apa?”
“ Begini Winda, wajahmu sangat mirip dengan diriku. Maukah kau mengganti kan aku?”
“ apa Maksudmu? Aku tak mengerti?”
“ Winda, aku mohon kepadamu! Berikan keturunan untuk suamiku?”
“ Hahaha? Gak salah dengar nih? Kamu tahu apa pekerjaanku?” Fadma menggeleng
“ Aku pelacur!!!”
“ Pelacur pun manusia dan butuh dihargai, Winda?”
“ Aku tak habis pikri kenapa masih ada di dunia ini, wanita  yang mau membagi cintanya untuk wanita lain?!”
“ Ku mohon Winda! Aku tak bisa memberikan anak untuk suami ku? Aku akan bayar berapa pun ? Apapun yang kau minta  aku akan penuhi!”
“ Hahaha, kamu tahu bayaran ku tak murah! Aku ingin 1 miliar? Hah? Apa kamu sanggup?”
“ Okey!” ujar Fadma mantap
“ Haha, kenapa kau percaya denganku. Dari tampilanmu sepertinya kamu orang kaya!”
“ Memang Winda! Aku mempunyai segalanya rumah mewah harta yang berlimpah? Suami yang sangat mencintaiku namun aku tak bisa melahirkan! Mertuaku mempunyai penyakit jantung dan dia ingin sebelum meningggal untuk melihat cucunya! Ku mohon mengertilah, Winda!”
“ Baiklah, nanti sore uang itu segera transfer ke rekeningku!”
“ Ya!” ujar Fadma mantap
Sesampainya di rumah
“ Dari mana saja, Fadma?” Tanya Jibran
“ Mencarikan seseorang yang mirip denganku!”
“ Untuk apa, Fadma?”
“ Aku tahu ibumu sangat menginginkan cucu. Untuk sementara waktu, aku akan pergi agar kau bisa bersama dengan Winda! Baru setelah melahirkan aku kan kembali!”
“ Aku tak mengerti jalan pikiranmu, Fadma?”
“ Sudahlah, Jibran! Ini semua kulakukan untuk kebahagiaan ibu dan Kau! Aku tak ingin egois demi kebahagiaanku! Aku  sudah merasa bahgia mempunyai suami seperti mu!”
“Tapi Fadma…….?”
“ Besok Winda akan datang kemari. Dia sudah aku suruh menjadi seperti diriku! Kamu harus bisa bersamanya…..?berilah ibu cucu yang manis dan baik sepertimu!”
Keesokan harinya, benar saja Winda datang ke rumah Fadma.
“ Winda? Kau tepati janjimu . Mari masuk!?”
“ Jibran, kenalkan dia Winda?”
“ Jibran”
“ WInda”
“ Kenapa kalian sangat mirip. Apa kalian saudara kembar?” Tanya Jibran
“ Bukan kita belum mengenal sebelumnya.Maka dari itu, Jibran. Dengan Winda kamu akan mendapatkan anak. Untuk sementara waktu aku akan pergi! Ku mohon Jibran jagalah Ibu  untukku? Bersediakah kau?”
“ Kamu ga boleh pergi. Tetaplah disini. Walaupun dia sangat mirip denganmu. Tapi tak akan ada yang bisa menggantikanmu, Fadma!”
“ Maafkan Jibran, aku pergi untuk kebaikan kita semua! Mengertilah, ku mohon?” walaupun dengan berat hati, akhirnya Jibran mengizinkan istrinya pergi.
Setelah 9 bulan,
Diam-diam Fadma menemui Winda saat Jibran tak berada di rumah.
“ Fadma, syukurlah kau datang! Kau tahu aku sudah mengandung 9 bulan sebentar lagi aku akan melahirkan!”
“ Syukurlah! Pasti ibu dan Jibran bahagia mendengarnya!”
“ Iya, ibu Jibran sangat bahagia? “
“ Hemm, setelah melahirkan nanti aku akan kembali.. aku sanagt rindu dengan Jibran dan Ibu..?”
“Tapi Fadma, aku ingin mengembalikan uang mu 1 miliar ini?”
“ memang Kenapa, Winda! Apa kau tak bisa menjadi diriku”
“Tidak ! lebih dari itu, Rasanya aku kan merasa menjadi ibu paling hina sedunia yang rela mengadaikan anaknya demi uang 1 miliar. Aku sadar selama ini aku telah menjadi wanita yang menjijikan, banyak lelaki yang datang dan membeli harga diriku. Namun tak ada satupun yang menginginkanku untuk menjadi istrinya! aku iri kepadamu, mempunyai lelaki yang begitu mencintaimu melebihi cinta pada dirinya sendiri!”
“ Winda, kamu jangan egois! Ku mohon tolonglah aku! Selama ini ibu sudah mengetahui bahwa aku hamil, dan kamu tahu kan ibu menderita penyakit jantung. Dia akan mati jika  mengetahui ternyata selama ini hanya kebohongan saja! Aku mohon, Winda!”
“ Tapi aku tak bisa menjadi istri simpanan seperti ini. Serendah-rendahnya derajatku! Aku masih punya harga diri, Fadma! Bersama suamimu aku merasa bahagia?”
“ Apa yang kau ingin kan, Winda agar kau mau memberikan bayi itu pada Jibran? Apapun yang kau inginkan, aku bersumpah akan mewujudkannya!”
“ Be,.. bena. Benarkah? Apapun itu?”
“ Iya!”
“ Aku menginginkan Suamimu!”
“ Su..ami??” ujar Fadma terbata
“ Iya!”
PLAAAKKKK
Fadma menampar pipi Winda. Ia tak kuasa menahan tangisnya
“ Kau tahu Winda , aku sangat mencintai Jibran?!dan kau juga tahu dia sangat menyayangiku! Tegakah kau memisahkan cinta kita?”
“ Sekarang kamu pilih fadma! Kebahagiaanmu atau kebahagiaan Jibran dan Ibunya!!”
“ Tapi haruskah Jibran?”
“ Kau tak boleh egois, Fadma!!”
“ Baiklah demi kebahagiaan semuanya aku rela meninggalkan Jibran… Tapi aku mohon titip ini pada dia
Jibran, aku tahu sampai kapanpun kau akan mencintaiku dan menyayangiku begitu juga diriku terhadapmu! Namun Jibran aku harus merelakan kau hidup bahagia dengan WInda, ibu dan anak mu. Maafkan aku harus pergi ! aku tak bisa sepenuhnya rela melihat orang yang teramat aku cinta bersanding dengan wanita lain……….. Jibran maafkan aku!
                                         9 Januari 2012

Ost. Tega Rossa